Breaking News
Foto: Pinterest

Mariyah Qibtiyah, Perempuan Mulia yang Tegar dan Ahli Ibadah

Mariyah Qibtiyah adalah seorang budak yang kemudian dimerdekakan dan diperistri oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa salam. Dia juga melahirkan putra Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa salam yang kemudian diberi nama Ibrahim. Pemberian nama ini dimaksudkan agar sang anak mendapat berkah dari nama bapak para Nabi, Ibrahim ‘alaihii salam.

Sayangnya, Ibrahim putera Muhammad harus menghadap sang Khalik saat usianya baru menginjak 19 bulan. Kesedihan yang mendalam tentu mendera Mariyah Qibtiyah kala itu. Akan tetapi, Mariyah tak tenggelam dalam kesedihannya. Walaupun ia merasa terluka karena sang anak begitu cepat direnggut nyawanya, tapi ia yakin bahwa semua yang terjadi adalah ketetapan yang Maha Kuasa.

Mariyah Qibtiyah begitu dimuliakan keberadaannya. Selain karena ketegarannya pada saat kehilangan Ibrahim, Mariyah juga dipandang istimewa dan dimuliakan berkat kesabarannya saat menerima ujian fitnah dari para orang munafik. Pada saat Mariyah mengandung, orang-orang munafik menyebar fitnah keji bahwa yang ia kandung adalah anak dari hasil perbuatan telarangnnya dengan seorang pelayan, bukan anak dari Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa salam.

Mariyah Qibtiyah bukanlah hamba yang biasa. Ada banyak ujian yang ia terima, apalagi setelah menjadi salah seorang istri Nabi yang mulia. Tapi semuanya tak membuat Mariyah mengeluh dan bersedih. Selain itu, Mariyah Qibtiyah juga merupakan seorang ahli ibadah.

Setelah resmi memeluk Islam, ia dibimbing langsung oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa salam untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah. Mariyah Qibtiyah menjadi muslimah yang taat. Ia menjalankan semua perintah Allah, dan meninggalkan semua hal yang dilarang Allah.

Mariyah sama sekali tidak pernah melanggar hukum Allah. Ia adalah sosok yang istiqomah. Mariyah tidak hanya mengerjakan ibadah wajib, tapi ia jalankan ibadah-ibadah sunnah. Ia juga berperilaku baik pada sesama manusia.

Mariyah menjadi sosok yang bijaksana dan santun pada semua orang. Ia juga senang membantu sesame dan senantiasa berbagi.

Demikianlah ukhti, begitu banyak keistimewaan seorang Mariyah Qibtiyah. Semoga kita bisa meneladani setiap kebaikan yang ia contohkan. []

 

Sumber: Perempuan-perempuan Surga/ Imron Mustofa/ Penerbit: Laksana/ Yogyakarta: 2017

About Mila Zahir

Check Also

Anak Gembala yang Amanah

“Hei anak muda, engkau berpuasa di hari yang panas sambil menggembala pula?”

Tinggalkan Balasan