Breaking News
Foto: Blognyafitri Part II - WordPress.com

Kita Bukan Hidup di Surga, Bukan Juga di Neraka

Perlu kita ingat bahwa hidup ini adalah ujian. Kesenangan ataupun kesengsaraan, pada hakikatnya adalah ujian. Namun tanamkan dalam diri kita bahwa kita bukan hidup di surga, maka tidak akan ada kesenangan yang abadi. Kita juga bukan hidup di neraka, maka tak ada kesengsaraan yang abadi.

Hidup itu tidak akan terlepas dari sebuah masalah, baik masalah yang bersumber dari pekerjaan, masalah percintaan, keluarga, teman, lingkungan dan lain sebagainya. Banyak orang yang sulit menerima kenyataan hidup yang dialami, banyak tekanan dan banyak juga yang bingung harus dengan jalan apa lagi ia berjuang sehingga mudah sekali otak dan pikiran menjadi runyam dan mengakibatkan depresi dan stres.

Stres itu datang ditandai dengan munculnya rasa kesal yang amat dalam, kepala yang terasa sakit, sulit untuk tidur, sensitif, tempramen, emosi yang tidak lagi terkontrol dan pembawaan diri yang selalu tidak merasakan ketenangan.

Orang yang tidak beragama atau tidak memiliki iman yang kuat rentan untuk melakukan hal-hal yang terlarang jika penyakit stres tak bisa diredam. Banyak yang mengambil jalan pintas seperti bunuh diri karena rasa ketidakmampuan dalam menahan rasa stres yang sangat berat dan menganggap bahwa bunuh diri adalah solusi dalam mengakhiri permasalahan hidup.

Sahabat muslimah, selagi iman masih tertanam didalam hati, percayalah bahwa semua keadaan yang membuat kita merasa sulit dan tidak tenang merupakan ujian dari Allah. Allah memanggil kita untuk lebih dekat, untuk selalu mengingat dan bergantung hanya kepada-Nya.

Perbanyaklah mengikuti kegiatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, seperti mengikuti majelis ta’lim, berdzikir, mendengarkan tausyiah dan ikut serta dalam organisasi keagamaan sehingga kita akan mendapatkan ketenangan batin dan banyak motivasi di dalamnya. Lambat laun perasaan tertekan akan memudar. Selain itu, juga memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an dan sholat malam akan mampu membuat hati jauh lebih tenang. Apapun kegiatan yang dapat mengingatkan diri kepada Allah, maka hati akan menjadi lebih tenang.

Sebagaimana firman-Nya:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram“. (QS. Ar-Ra’d: 28)

Bertawakal lah kepada Allah, karena hanya Allah lah tempat bersandar. Ketika hati sudah merasa ikhlas, sabar, menerima kenyataan, maka serahkanlah semua kepada Sang Maha Pencipta. Kita hanya manusia yang hanya bisa berharap, berusaha dan berdoa. Jika gagal, janganlah berputus asa, karena masih banyak nikmat Allah lainnya yang harus kita syukuri. Jangan pernah merasa sendiri, jangan takut dan jangan bersedih. Gantungkanlah segala harapan hanya kepada Allah. Jangan pernah merasa kecewa, karena yang Allah yang tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Jangan lupa, luangkan waktu untuk beristirahat dari segala sesuatu yang melelahkan. Istirahat bukan melulu soal tidur, tetapi waktu untuk menenangkan pikiran. Banyak orang yang stres dikarenakan tidak memiliki cukup waktu untuk sekadar merasakan kelapangan pikiran. Manfaatkanlah sebagian waktu luang untuk beristirahat, InsyaAllah perasaan akan jauh lebih baik.

Kita juga perlu berolahraga, manfaat olahraga bukan hanya sekedar mengeluarkan racun dalam tubuh melalui keringat, tetapi juga ampuh menaikkan mood seseorang dalam memulai aktivitasnya di pagi hari. Lakukanlah gerakan-gerakan ringan di pagi hari seperti senam, jalan sehat, yoga, berenang dan olahraga lainnya agar mood lebih baik sehingga pikiranpun akan jauh lebih baik.

Kita juga perlu menyemangati diri sendiri. Semangat dari diri kita sendirilah yang sebenarnya dapat memperngaruhi kinerja otak dan pikiran. Jangan malas untuk memotivasi diri sendiri, percayalah bahwa dalam diri kita terdapat kekuatan dan kemampuan dalam mengatasi suatu hal dan permasalahan. Percaya bahwa Allah memberikan cobaan karena kita pantas dan layak untuk derajat yang lebih tinggi. Salah satu tanda Allah sayang dan peduli pada hamba-Nya yaitu dengan cara memberikan ujian. Jadi, bersabarlah dan ikhlas dalam menjalani kenyataan hidup.

Ingat, berpikir negatif merupakan salah satu pemicu stres sehingga seseorang akan merasa was-was, tidak tenang, takut, mudah marah, putus asa, cemas yang berlebihan, merasa sendiri dan lain sebagainya. Pikiran negatif yang bersarang yang kemudian dimasukkan ke dalam hati sehingga dapat menimbulkan keresahan dan sakit hati atas keadaan yang menimpanya justru akan memperburuk keadaan dan memicu tingkat stres berat. Oleh karenanya, biasakanlah untuk berpikir positif agar pikiran lebih tenang, optimis, ringan dalam menyikapi sesuatu dan jauh dari prasangka buruk.

Bersabarlah saudariku, ikhlas dan tawakal kepada Allah, dekati Allah dan teruslah berusaha untuk berhusnudzon kepada Allah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa bersyukur dan bersabar. []

 

Sumber: catatanmoeslimah

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan