Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ini Rumah Kita, Sayang

0

Oleh: Dedeng Juheri

Bukan karena mewah kita betah tinggal di rumah, tapi karena hubungan yang harmonis, saling mencintai dan menyangi di antara sesama anggota keluarga.

Rumah yang di dalamnya terukir senyuman, wajah ramah, saling mengerti dan memahami.
Rumah yang pondasinya akidah, hiasannya ibadah, dan perabotnya qanaah.

Rumah mewah pun akan terasa sempit bila hati para penghuninya sempit. Saling curiga, banyak prasangka, dan tidak harmonis sesama anggota keluarga.

Suami galak pada istrinya, istri banyak menuntut ini itu, anak-anak nakal luar biasa. Sehingga rumah tangga terasa hampa. Semewah apapun rumahnya, seluas apapun ruangannya, tetap terasa sempit.

Sementara rumah sempit akan terasa lapang bila para penguninya berhati lapang.

Suami menyayangi anak istri, berlaku lembut, dan penuh kasih sayang. Istri tulus melayani suami dan anak-anak, dengan senyuman dan sikap menyenangkan. Anak-anak bersikap takzim, menghormati orangtua penuh kemuliaan, menurut, dan mendoakan kebaikan.

Kehidupan keluarga kita saat ini, mungkin tak selalu serba ada. Rumah sederhana, hidup seadanya. Tapi bila dijalani penuh kesyukuran, bahagia lebih terasa.

Syukur kalau sudah punya rumah pribadi, tapi mengontrak rumah pun bukan halangan untuk menghadirkan surga di dalamnya. Rumah yang sempit pun terasa lapang.

Tapi kita berharap rumah yang lapang, hati yang lapang, keluarga penuh cinta dan kasih sayang.

Rumah yang menjadi tempat nyaman untuk tinggal, rehat, menjalin kemesraan, merayakan cinta, dan membina keindahan keluarga.

Rumah yang bukan sekedar tempat tinggal, tapi tempat berkarya, dan membina takwa dengan ibadah dan penghambaan pada-Nya.

Rumah yang menjadi madrasah untuk saling menasihati dalam sabar dan kebenaran.

Rumah yang bermanfaat bukan hanya bagi para penghuninya, melainkan bagi saudara, karib kerabat, dan sahabat.

Rumah yang bisa dijadikan tempat berkumpul, halaqah, pengajian, mabit, atau menginap bagi banyak orang.

Rumah tempat singgah siapa saja yang memerlukannya.

Rumah yang menjadi tempat menginap bila suatu hari ada saudara jauh, sahabat, atau kenalan yang pulang kemalaman atau berkunjung ke kota tempat di mana kita tinggal.

Ini rumah yang baik, indah, dan penuh keberkahan. Karena di antara baiknya iman, adalah kita menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Sebaik-baiknya. Sebanyak-banyaknya.

Bersama belahan jiwa, kita ikrarkan cinta untuk merengkuh bahagia, meraih indahnya kehidupan, berwasiat dalam iman, sabar dan takwa.

Sebab pasangan yang baik ialah dia yang menjadikan kehidupan kita kian dekat dengan surga. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline