Breaking News
Foto: Sweet Fajr

Anak Belum Mau Shalat Meski Sudah Disuruh, Dosakah Orangtua?

“Ustadz saya sudah seringkali mengingatkan anak tuk shalat tapi susah sekali,” ujar seorang ibu di sebuah kajian.

“Saya pun ustadz setiap waktu shalat sudah teriak-teriak menyuruh anak shalat tapi anak saya hanya jawab iya sambil terus main atau nonton,” sambung ibu yang lain.

Pertanyaan ini mungkin sering di dengar atau bahkan kita alami. Mengajarkan anak shalat biasanya dilakukan sedini mungkin. Dari mulai anak bisa meniru gerakan shalat, memulai menghafal surat-surat pendek rasanya proses itu cukup panjang. Namun, entah mengapa sebagian anak justru sulit sekali ketika di suruh shalat dan suka menunda-nundanya. Bahkan ada yang sudah aqil baligh pun masih susah ketika diingatkan untuk shalat.

Perintah untuk mengajarkan shalat pada anak dimulai saat anak usia tujuh tahun. Hal ini dijelaskan dalam hadits.

“Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggal-kan shalat, maka pukullah ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).” Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 495), Ahmad (II/180, 187) dengan sanad hasan, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya radhiyallaahu ‘anhum.

Shalat merupakan hal pertama yang akan dihisab. Karenanya pendidikan shalat dimulai sejak kecil sejak usia 7 tahun dan jika di umur 10 tahun meninggalkan shalat boleh dipukul dengan pukulan yang tidak menyakiti. Dan dalam Alquran pun disampaikan bahwa perintah mengajarkan shalat harus dilakukan dengan sabar. Bukan sabar sembarang sabar, namun Allah mengatakannya dengan kata isthabaro dalam surat Taha 132 yaitu dengan sebenar-benarnya sabar yang penuh perjuangan.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS Ta Ha : 132)

Bahkan di terusan ayat selanjutnya Allah menyampaikan kaitan antara mendidik anak dengan rezeki. Mendidik dan mengajarkan shalat adalah tanggung jawab orangtua, dan hal ini lebih utama dibanding dengan mencari nafkah. Karena Allahlah yang memberi rezeki. Allahlah yang mengatur rezeki setiap mahluk-Nya. Sehingga tak ada alasan bagi orangtua jika kesibukannya mencari nafkah lalu lalai dalam mendidik dan mengajarkan shalat. Dan belumlah gugur dosa mengajarkan shalat pada anak jika hanya baru mengingatkannya sekali, dua kali, setahun dua tahun. []

Sumber: Disarikan dari Tadabbur Bahasa Arab Ustadz Ali Sodikin, Lc.
Redaktur: Wini Sulistiani

About Ummu Khadijah

Check Also

Kenalkan Konsep Uang pada Anak

Menurut para ahli, mengajarkan keuangan kepada anak sejak usia balita ternyata dapat membantunya memiliki literasi keuangan yang baik, sehingga nantinya ia dapat menggunakan uang secara bijak.

Tinggalkan Balasan