Breaking News
Foto: Artikel | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng

Temukan Jawaban Mengapa Anak Berani Melawan Perkataan Orangtua

Menyedihkan memang, sudah banyak kita temukan perilaku kasar seorang anak terhadap orangtuanya. Karena kurangnya pendidikan agama yang kuat sebagai pondasi bagi mereka, maka terjadilah suatu kedurhakaan, berani melawan orang tua.

Sahabat shalihah, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi durhaka ataupun berani melawan kedua orangtuanya. Bisa karena faktor pola asuh, kurangnya didikan, kurangnya kepedulian dan kasih sayang, juga bisa disebabkan karena faktor lingkungan. Untuk mengetahui lebih luasnya, berikut ini kami jelaskan secara singkat dan jelas.

Inilah beberapa alasan kenapa anak berani melawan perkataan ataupun nasehat dari orang tuanya.

1. Diberi makan dan minum dari jalan yang haram

Anak berani melawan orang tua bisa jadi karena anak diberikan nafakah berupa makanan dan minuman yang tidak halalan thayyiban. Sehingga ia tumbuh menjadi orang yang pembangkang, berani membantah dan melawan orangtuanya sendiri. Oleh kerena itu, berikanlah makanan dan minuman yang diperoleh dari jalan yang benar, halalan thayyiban.

2. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya

Orangtua hendaknya introspeksi diri. Lihat kembali bagaimana kita (sebagai orangtua) memperlakukan anak, dalam perkataan, perbuatan atau sikap dan tindakan kita kepada anak. Seorang anak akan meniru dan mengikuti apapun yang dilakukan oleh orangtuanya. Jika orangtuanya kasar, keras, suka marah-marah, suka merintah tetapi anak tidak mendapatkan haknya, maka anak akan berani melawannya. Jadi secara tidak langsung, anak akan selalu merekam apapun yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Oleh karena itu, jika anak berani membantah, melawan atau berkata buruk. Cobalah lihat kembali pada diri kita sebagai teladan bagi anak-anak. Sudahkah kita benar dalam memberikan contoh kepadanya? Jika kita menerapkan kebaikan, maka ia pun akan menyerapnya. Sebaliknya, jika kita menanamkan keburukan, maka anak pun akan menirunya.

3. Faktor lingkungan

Anak berani melawan orang tua bisa jadi karena faktor lingkungan. Dimana ia bergaul, dengan siapa ia berteman, bersosialisasi dan berinteraksi dengan siapa saja. Karena hal tersebut dapat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak.

Jika awalnya anak adalah seorang yang penurut dan berbakti, namun pada akhirnya ia berubah jadi berani kepada orangtua, cobalah lihat bagaimana lingkungan kesehariannya.

4. Sikap otoriter orangtua

Orang tua yang menekankan segala aturannya harus ditaati oleh anak. Menjadikan anak harus nurut dan tidak boleh membantah terhadap apa yang telah diperintahkan kepadanya. Anak dijadikan seperti robot yang hanya bisa dikendalikan oleh orangtuanya. Justru akan berdampak buruk pada hubungan keduanya.

Anak yang merasa tertekan karena harus mengikuti segala aturan dari orangtuanya, merasa tidak nyaman, terkekang dan tidak mampu memenuhi semua keinginan orangtua, pada akhirnya dia akan menunjukkan sikap melawan dan berani membantah.

5. Merasa kurang kasih sayang dan perhatian

Seorang anak yang merasa tidak diperhatikan atau kurang diperhatikan oleh orangtuanya, tidak mendapatkan haknya, maka ia akan cenderung menjadi orang yang tempramen, egois dan kasar.

Untuk itu, sebagai orangtua sudah sepantasnya memberikan contoh kepada anak-anak sejak ia masih kecil, sehingga ia akan tumbuh kembang sesuai dengan apa yang orangtua harapkan. Jika ingin anaknya menjadi anak yang penurut dan berbakti, maka tanamkanlah pendidikan agama kepadanya dan mulailah dari diri sendiri. Karena kebanyakan orang tua gagal mendidik anak hanya karena ulah dirinya sendiri.

Orang tua hendaknya dapat menyalurkan kasih sayang dan perhatiannya kepada anak, berikan apa yang ia butuhkan. jangan sampai anak tidak mendapatkan sesuatu yang seharusnya ia dapatkan dari orang tua.

4. Suka memerintah anak tanpa mengenal waktu

Terkadang seorang anak yang sering disuruh-suruh, padahal orang tua bisa melakukannya sendiri, akan membuatnya merasa kesal. Lama kelamaan ia akan mudah marah dan akhirnya berani juga melawan orang tua.

Tidak salah memang, bahkan hal yang wajar ketika orang tua memerintah atau meminta bantuan kepada anaknya. Tetapi jika menyuruhnya disaat-saat yang tidak tepat, apalagi dengan cara memaksa dan memakinya atau dengan nada-nada yang bikin anak emosi, maka anakpun akan mudah merasa kesal. Apalagi perintahnya bisa dilakukan sendiri dan bukan sesuatu yang berat.

Semoga tulisan ini dapat menjadikan cambuk bagi kita agar lebih mawas diri dan dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi anak-anak. In syaa Allah pendidikan yang ditanamkan sejak anak lahir akan berdampak hingga ia tumbuh dewasa. Ingat, anak adalah titipan Allah yang kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. []

 

Sumber: catatanmoeslimah

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan