Breaking News
Foto: Job-Like.com

Ditolak Karena Jawaban, “Allah Pemberi Rezeki, Bu”

Sebut saja namanya Ari dan Ira. Mereka sudah melihat data masing-masing, juga sudah ta’aruf melalui perantaraan ustadz dan ustadzahnya. Mereka sudah saling ‘cocok’. Kini tinggal Ari melamar ke orang tua Ira.

Ira sangat gembira, lelaki shalih itu akhirnya datang juga. Ia bertamu untuk melamarnya. Sebenarnya, lamaran ini lebih tepat disebut ta’aruf dengan orang tua Ira. Sebab mereka minta ketemu dulu dengan laki-laki yang akan menjadi calon menantunya. Jika mereka setuju, barulah Ari diperbolehkan membawa orang tuanya untuk secara resmi melamar Ira.

Ari yang merupakan seorang aktifis dakwah tampak santai di depan calon mertuanya. Maklum, ia sudah biasa berkomunikasi dengan banyak orang, sering mengisi pembicara baik dalam dauroh di kampus maupun acara sejenisnya. Ia tak canggung berhadapan dengan orang tua Ira meskipun dirinya baru lulus kuliah dan belum bekerja. Sehari-hari ia aktif berdakwah sambil berjualan kerudung.

Yang membuat Ira siap menikah dengannya karena ia telah mengetahui track record Ari; seorang aktifis dakwah yang cukup terkenal di kampusnya, hafal beberapa juz Al Qur’an dan tidak diragukan keshalihannya. Dalam ta’aruf, ia tidak keberatan meskipun Ari belum ‘bekerja’. Namun rupanya, hal itulah yang mengganjal di hati kedua orang tuanya.

“Kata Ira kamu belum bekerja,” ibu Ira mulai membuka dialog soal aktifitas ekonomi calon menantunya. Perempuan berkerudung ini tampak lebih banyak bertanya daripada suaminya.

“Iya Bu, saya baru lulus kuliah” tutur Ari dengan sopan.

“Lalu, nanti anakku kamu beri makan apa?”

“Allah Pemberi Rezeki, Bu” jawab Ari tegas.

Sang ibu terdiam. Ia sepertinya tidak suka dengan jawaban itu. Dialog-dialog berikutnya terasa agak berbeda. Suaminya yang giliran bertanya pada Ari. Sementara sang ibu lebih banyak diam.

Keesokan harinya jawaban itu keluar. Ari ditolak. Betapa kagetnya ikhwan itu. Ia merasa sudah tampil sopan di depan calon mertuanya. Ia juga merasa menjawab seluruh pertanyaan dengan baik. Mengapa dirinya ditolak? Ustadznya juga tidak mengetahui alasan pasti.

Setelah berlalu bulan demi bulan, barulah Ari diberitahu. Jawabannya “Allah Pemberi Rezeki” ternyata menyinggung calon ibu mertua.

“Aku ini muballigh, tentu aku paham bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki. Kalau itu aku nggak perlu tanya lagi. Yang aku tanyakan itu kejelasan bagaimana nanti anakku mendapatkan nafkah, bagaimana ekonomi keluarga anakku nanti. Bukan soal siapa yang memberi rezeki,” kata perempuan yang ternyata muballigh di sebuah ormas Islam itu. []

 

Sumber: Webmuslimah

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Anak Gembala yang Amanah

“Hei anak muda, engkau berpuasa di hari yang panas sambil menggembala pula?”

Tinggalkan Balasan