Breaking News
Foto: BeritaHOT.id

Nasihat Pernikahan Ini Harus Diingat dan Diamalkan

Pernikahan adalah ibadah dua insan yang diikat dengan ikatan suci yang harus dijaga, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar bagi insan yang mampu menjalankannya dengan baik sebagai bagian dari ibadah.

Inilah beberapa nasihat pernikahan Islami yang khusus untuk pembaca sekalian. Nasihat pernikahan ini harus diingat, diamalkan dan berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar mampu melaksanakannya

Pernikahan adalah sesuatu yang suci dan harus dijaga, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar bagi insan yang mampu menjalankannya dengan baik sebagai bagian dari ibadah. Inilah beberapa nasihat pernikahan Islami yang khusus untuk pembaca sekalian.

1. Suami adalah Pemimpin bagi Keluarganya

Pada hakikatnya, kita tiap individu adalah pemimpin bagi diri kita sendiri. Sementara dalam rumah tangga, suami adalah pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.

Di dalam Alquran, Allah ‘Azza wa Jalla menjelaskan tentang kepemimpinan seorang laki-laki.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).

Tugas utama dan pertama bagi suami adalah memimpin keluarganya menuju hal yang lebih baik. Sebagai seorang pemimpin, maka seorang suami memiliki fungsi untuk mendidik, mengayomi (memberikan contoh), melindungi, bertanggung jawab baik dari segi nafkah materi maupun batinnya.

2. Bergaul dengan Baik

Sahabat sekalian, rumah tangga adalah tempat pergaulan. Di dalamnya ada interaksi yang sangat dekat antara suami dengan istrinya, atau dengan anak dan ayah ibunya. Maka jadikan keluarga sebagai wahana pergaulan terbaik dan dirindukan. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri adalah yang paling baik dalam memperlakukan keluarganya.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluargaku” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Salah satu model keluarga yang baik di mata Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang laki-laki yang baik pergaulannya kepada keluarganya. Pergaulan yang baik akan menghindarkan suami bosan dengan istri atau bahkan menghindarkan perselingkuhan yang sering terjadi di keluarga-keluarga sekarang ini.

Bisa jadi salah satu sebabnya adalah pergaulan mereka yang kurang baik kepada keluarganya.

3. Berlemah Lembut kepada Istri

Biduk rumah tangga merupakan ibadah yang kuat sekali digoda oleh setan. Tujuannya agar rumah tangga itu rusak dan karam. Oleh karena itu, seorang suami harus memahami tabiat dan watak istri, pun begitu sebaliknya dengan istri.

Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Sifat yang dominan dalam diri wanita adalah perasaannya. Sehingga ia adalah makhluk yang sangat peka perasaannya. Maka seorang suami harus membimbing istrinya dengan cara yang lembut, tidak keras karena bisa jadi ia menjadi patah.

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas, maka jika kamu meluruskannya (berarti) kamu mematahkannya, dan kalau kamu membiarkannya maka dia akan terus bengkok, maka berwasiatlah (untuk berbuat baik) kepada kaum wanita” (HR al-Bukhari dan Muslim).

4. Saling Menjaga Karena Allah

Pernikahan diawali dengan cinta dan kasih sayang. Cinta dan kasih sayang itu lama kelamaan akan pudar jika tidak pandai menjaga dan merawatnya.

Pernikahan memerlukan pengorbanan, dan pengorbanan yang paling berarti adalah menjaga dan memelihara diri sendiri dan anggota keluarga dari api neraka.

Firman Allah ‘Azza wa Jalla di dalam Alquran yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS at-Tahriim:6).

5. Menjadi Penyejuk Hati

Sahabat, salah satu nasihat pernikahan untuk istri dan harus diingat adalah ia harus menjadi penyejuk hati bagi suaminya.

Inilah impian dan harap seorang suami bagi istrinya. Sebagaimana di nukil dalam Alquran tentang doa seorang mukmin agar dianugerahkan bagi mereka istri-istri yang menjadi penyejuk hati mereka

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam (panutan) bagi orang-orang yang bertakwa” (QS al-Furqaan: 74).

Sahabat muslimah, ingat pula wasiat pernikahan untuk istri bahwa wanita yang terbaik bagi suami adalah istri yang jika dipandang oleh suaminya akan menyenangkan dan bila ditinggalkan menjaga kehormatan dan harta suaminya.

6. Memahami dan Mengerti Tujuan Pernikahan

Pernikahan adalah pelabuhan yang diridhai oleh Allah bagi dua pasangan yang saling mencintai. Sebagaimana tidak ada obat bagi dua insan yang saling mencinta selain pernikahan.

Tidak ada penawar yang lebih manjur bagi dua insan yg saling mencintai kecuali pernikahan.

Nasihat pernikahan selanjutnya adalah memahami dan mengerti tujuan pernikahan. Pernikahan adalah ibadah yang luhur, mampu membentengi dari dosa dan maksiat, meningkatkan ketaatan kepada Allah bahkan untuk mewujudkan ketenangan dan ketentraman (sakinah), rasa cinta (mawaddah) dan kasih sayang (warahmah).

7. Rumah Tangga sebagai Pintu Rahmat, Sumber Ilmu dan Rasa Aman

Nasihat pernikahan yang tidak boleh kita pula kesampingkan adalah nasihat pernikahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang bisa kita petik dari doa Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam pernikahan anaknya.

“Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkahi mereka berdua. Dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka berdua, menjadikannya pembuka pintu rahmat, sumber ilmu serta pemberi rasa aman bagi umat”.

Pernikahan harus diusahakan untuk mewujudkan generasi yang unggul baik dari kualitas keturunan maupun ilmu pengetahuan anak-anaknya. Karena secara tidak langsung, pernikahan merupakan wadah untuk melanjutkan keturunan yang ber-akhlakul karimah, keturunan yang shalih, membuka pintu-pintu rahmat dan kebaikan bagi sesama, sumber ilmu bagi orang-orang disekitarnya dan rasa aman bagi anggota keluarganya.

Sahabat, in syaa Allah jika pernikahan diawali niat kuat karena Allah, didasari dengan niat dan tujuan yang mulia karena Allah, akan terlahir dan terwujud pasangan yang diberkahi, yang kelak akan berjumpa dan disatukan kembali dalam jannah-Nya. []

 

Sumber: bicarawanita

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

3 Ucapan Paling ‘Berbahaya’ dari Mulut Seorang Pria

Ada tiga ucapan yang paling berbahaya keluar dari mulut seorang pria kepada wanita. Apa sajakah itu?

Tinggalkan Balasan