Breaking News
Foto: Playbuzz

Hindari 7 Hal ini Ketika Menggelar Pernikahan

Menikah merupakan pintu menuju kesempurnaan, kehalalan dan keberkahan rezeki. Alangkah indahnya jika sejak pintu itu terbuka, tak ada satu pun syariat Allah yang dilanggar.

Namun sayangnya, hal ini tak diperhatikan para pengantin hingga menghelat pesta pernikahan yang sarat penyimpangan.

Berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengadakan pesta ataupun resepsi pernikahan. Dengan menghindari kesalahan tersebut, upaya mendapat keberkahan dari Allah telah dimulai sejak akad dilisankan. .

1. Bermegah-megahan

Kebanyakan dari kita menyulitkan bahkan menunda pernikahan karena besarnya dana untuk pesta pernikahan yang sebetulnya tidak dianjurkan.

Gedung untuk resepsi, katering untuk jamuan, undangan dan souvenir berjumlah puluhan ribu, pakaian dan salon pernikahan mentereng, dan lain sebagainya membutuhkan dana hingga ratusan juta. Tak sedikit yang terjerat hutang hanya karena ingin bermegahan mengadakan resepsi.

2. Mahar Berlebihan

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya nikah yang paling berkah adalah yang paling ringan maharnya,” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi).

Dahulu, mahar Rasulullah saat menikahi istri beliau hanyalah sebatas 500 dirham. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan pernah menikahkan seorang shahabat yang tak memiliki harta, dengan mahar Al-Qur’an yang dihapalnya.

3. Ikhtilat

Dalam kitab Risalah Ila Arusain, Syekh Ash-Shubaihi memasukkan ikhtiar dalam poin penyimpangan yang terjadi dalam acara pesta pernikahan. Yakni bercampurnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian masuk ke tempat para wanita!” Seorang pria dari kaum Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana hukumnya kalau dia adalah saudara ipar?” Rasulullah menjawab, “Saudara ipar sama dengan maut,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

4. Mengeraskan suara penyanyi

Rasulullah bersabda, “Pembeda antara yang halal dan yang haram dalam pernikahan adalah rebana dan suara,” (HR. At Tirmidzi).

Asy Syaukani dalam Nailul Authar menjelaskan, dalam hadits tersebut terdapat dalil bahwasanya boleh dalam suatu pernikahan untuk menabuh rebana dan mendendangkan suara (syair), serta yang semisalnya. Bukanlah termasuk di dalamnya nyanyian dan permainan yang haram.

5. Pakaian pengantin wanita yang ketat dan pengantin pria mengenakan perhiasan

Loading...

Termasuk dalam daftar penyimpangan pesta pernikahan, disebut Syekh Ash Shubaihi adalah “wanita mengenakan pakaian minim, ketat dan transparan sehingga menjadi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang.

Juga laki-laki memakai perhiasan dari emas dan keyakinan sebagian orang bahwa hal itu merupakan sebab eratnya hubungan suami-istri, juga yang semisalnya, yang dinamakan dengan cincin tunangan. Itu adalah keyakinan yang salah.”

6. Berdandan dengan Mencukur bulu alis bagi wanita dan memotong jenggot bagi pria

Masih dalam kitabnya, Syekh Ash-Shubaihi juga menjelaskan bahwa sebagian wanita mencukur bulu alisnya, atau menipiskannya agar nampak cantik. Padahal hal tersebut haram dan terlaknat pelakunya.

Bagi pria, berdandan dan berhias dengan mencukur jenggot padahal jenggot tua adalah keindahan bagi laki-laki dan perhiasan baginya.

7. Meninggalkan shalat

Waktu resepsi yang panjang sering kali menyebabkan pengantin meninggalkan shalat, terutama bagi wanita dengan alasan pakaian dan make-up yang sulit dilepas dan dikenakan kembali.

Hal yang berat menurut syariat ini dimudahkan begitu saja dengan alasan pernikahan. Padahal telah terang dalam hadits Rasulullah, “Pembatas antara seseorang dengan kekafiran atau kesyirikan adalah meninggalkan shalat.” []

 

Sumber: muslimahdaily.com



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam perkembangan, membuat anak lebih rentan jatuh sakit. Apabila si Kecil sering jatuh sakit, proses tumbuh kembang tentunya tidak dapat berjalan dengan optimal.

Tinggalkan Balasan