Breaking News
Foto: The Huffington Post

Busana Syar’i, Pilihan Untuk Menjaga Kehormatan

Pernahkah Anda menghadapi pertanyaan mengenai busana syar’i yang Anda kenakan dari orang yang belum mengerti? Busana muslimah syar’i menjadi pertanyaan bagi perspektif dunia barat yang begitu mengagungkan kebebasan.

Ketika kita bersinggungan dengan mereka, pertanyaan mengenai jilbab seringkali muncul. Busana muslimah syar’i dianggap sebagai simbol penindasan oleh kaum pria.

Terlebih lagi, mereka beranggapan bahwa wanita muslim adalah warga kelas dua dalam agama Islam. Anda pasti sudah mengerti betul, bahwa busana syar’i yang kita kenakan, tidaklah mengekang kebebasan seorang muslimah. Sebaliknya, berbusana syar’i merupakan sebuah bentuk kebebasan seorang muslimah.

Membebaskan dari Opini Masyarakat Mengenai Penilaian Fisik terhadap Perempuan

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah),” (QS. Al-An’am: 116).

Suka atau tidak suka, seringkali kita masih menemukan penilaian berdasarkan tampilan fisik seseorang. Seringkali, pasar mendorong perempuan untuk menjadi tidak bangga terhadap dirinya sendiri.

Pasar membentuk perspektif masyarakat mengenai bagaimana penampilan fisik yang ideal bagi seorang perempuan.

Hal ini membuat perempuan membandingkan dirinya dengan anggapan ideal masyarakat dan menjadi tidak puas dengan kondisi fisik dirinya sendiri.

Hal tersebut tentu tidak perlu dialami oleh seorang muslimah yang berbusana syar’i. Dengan mengenakan busana yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an, muslimah terbebas terhadap opini masyarakat mengenai mode rambut ataupun baju yang sedang tren di dunia saat ini.

Membebaskan Diri dari Menjadi Konsumsi Publik

”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu,” (QS. Al Ahzab: 59). Busana syar’i menjadi simbol bahwa tubuh seorang perempuan tidak dimaksudkan untuk menjadi konsumsi publik.

Busanan syar’i, merupakan bentuk pengakuan bahwa perempuan seharusnya dihormati dan tidak diganggu. Berbusana syar’i membuat seorang muslimah terjaga dari pandangan lelaki. Dengan mengenakan busana syar’i, seorang muslimah terbebas dari konsumsi publik.

Bentuk Kebebasan dalam memilih, untuk menaati perintah Allah Subhana wa Ta’ala

Satu hal yang terpenting, luruskan niat berbusana syar’i hanya untuk mendapatkan ridho dari Allah Subhana wa Ta’ala.

Tentu Allah Subhana wa Ta’ala menginginkan kita mematuhi perintahNya, semata-mata karenaNya, bukan karena faktor duniawi lainnya. Seperti hanya untuk menyenangkan hati orang tua, suami, lingkungan dan lain sebagainya.

Pilihan untuk berbusana syar’i, sebenar-benarnya adalah membebaskan kita dari ekspektasi duniawi dan memfokuskan diri hanya kepada ridho Allah Subhana wa Ta’ala.

Loading...

Busana Syar’i sebagai Identitas Seorang Muslimah

Bagaimanapun, busana menunjukkan identitas seseorang. Demikian halnya dengan busana syar’i yang kita kenakan. Dengan mengenakan busana syar’i.

sesorang akan mudah mengetahui bahwa yang mengenakannya adalah seorang muslimah. Maka, jangan lupa ya untuk selalu mengenakan perhiasan wajib berupa akhlak mulia yang mencerminkan nilai-nilai ajaran Islam. []

 

Sumber: syarilifestyle.blogspot.co.id



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan