Breaking News
Foto: Muslim Familia

Cara Mengurangi Peluang Perceraian, Memang Ada?

Cerai dalam islam termasuk perkara halal namun dibenci Allah ‘Azza wa Jalla. Itulah hadits yang kita ketahui namun statusnya dhaif (lemah).  Cerai juga adalah salah satu keinginan terbesar setan dalam menggoda manusia.

Cerai dalam islam terdiri dari beberapa tingkatan, tergantung kondisi, kasus, dan permasalahan yang menimpa sebuah rumah tangga. Ada yang boleh, makruh, atau justru haram.

Namun saat ini kita tidak hendak membahas tingkatan hukum cerai dalam islam. Hal itu disebutkan agar kita mengetahui bahwa perceraian bukanlah perkara sepele, namun perkara besar yang perlu kita pikirkan matang-matang.

Sebelum perceraian terjadi, sebenarnya ada beberapa cara mengurangi cerai dalam islam. Cara-cara itu telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa saja cara mengurangi peluang perceraian? Mari kita simak!

1. Memilih Pasangan yang Baik

Perilaku buruk pasangan bisa menjadi pemicu perceraian. Tingkat perceraian di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, menurut data dari Badan Urusan Peradilan Agama penyebab pisahnya karena faktor ketidakharmonisan, tidak ada tanggung jawab, dan masalah ekonomi.

Alangkah baiknya jika sebelum menikah kita mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memilih pasangan yang baik. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Seorang wanita dinikahi karena empat; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Nikahilah karena agamanya, maka kamu akan bahagia.” (Mutafaq ’Alaih)

Hendaknya wanita dan walinya memilih laki-laki yang shaleh, jika laki-laki itu mencintainya dia akan berlaku adil dan jika membendinya tidak akan berlaku buruk.

2. Melihat Wajah Calon Istri atau Suami

Agama kita mengajarkan untuk menjaga pandangan dan tidak melihat yang bukan haknya, namun pada saat tertentu melihat calon pasangan yang akan dinikahi justru dianjurkan.

Meskipun demikian ada batasan yang tidak boleh dilanggar oleh kedua belah pihak, misalnya: tidak boleh duduk berduaan, pergi bersama. Hanya sebatas melihatnya untuk tujuan yang dibenarkan oleh syariat.

Ada kisah menarik dari dari Mughirah bin Syu’bah. Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini pernah menikah sampai lebih dari 70 kali, dan semuanya berakhir dengan perceraian. Ketika dia hendak menikah lagi, dia menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk melihat wanita yang hendak dinikahinya. Mughirah menolaknya. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, “Lihatlah dulu wanita itu sebab akan lebih menjamin kelanggengan hidup kalian berdua.

Akhirnya Mughirah melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mendatangi rumah wanita itu dan meminta izin kepada kedua orangtuanya. Kedua orangtuanya terdiam, lalu wanita itu muncul dari balik bilik demi menjalankan perintah Rasulullah.

Akhirnya Mughirah menikahi wanita tersebut, dia berkata, “Kemudian aku melihat dan akhirnya menikahinya. Sejak saat itu tidak ada lagi wanita yang mendampingiku selain dia. Padahal sebelumnya aku telah menikah dengan lebih dari tujuh puluh wanita , tetapi semuanya gagal.”

3. Saling Membekali Diri dengan Ilmu dan Iman

Sebelum menikah ada baiknya membekali diri dengan ilmu tentang rumah tangga. Mengetahui hak dan kewajiban masing-masing pihak, selain itu ada hal yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan yaitu kesiapan ruhiyah. Kesiapan ruhiyah yang matang dapat membuat seseorang mudah menerima kebenaran.

4. Menerima Pasangan Apa Adanya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Orang yang beriman hendaklah tidak membenci istrinya yang beriman kepada Allah, jika dia (suami) membenci salah satu sikapnya (istri), maka dia akan senang dengan sikap yang lainnya.” (HR. Ahmad dan Muslim)

5. Komunikatif dan Lemah Lembut

Sifat lemah lembut membuat suasana rumah tentram dan nyaman. Kehangatan dan kasih sayang yang kita berikan membuat rumah tempat pulang yang selalu dirindukan. Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluargaku” (HR. Tirmidzi)

Demikian, semoga Allah ‘Azza wa Jalla menjaga dan memberkahi pernikahan yang telah kita jalani. []

 

Sumber: Abiummi

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan