Breaking News
Foto: Tribun Jambi - Tribunnews.com

Sebelum Tidur, Jangan Biasakan 5 Hal Ini pada Anak!

Beberapa orang tua mungkin harus melakukan kebiasaan tertentu agar anak dapat segera tidur dan terlelap. Membacakan cerita atau membuatkan segelas susu menjadi salah satu contohnya. Anak-anak kebanyakan memang masih aktif di malam hari hingga orang tua harus ekstra sabar membujuk mereka untuk beristirahat agar dapat fit di aktivitas esok hari, khususnya anak yang sudah bersekolah.

Namun, tidak jarang usaha membuat anak untuk tidur dibarengi oleh kebiasaan buruk yang mungkin tidak kita sadari. Agar tidak jadi kebiasaan, apa sajakah kebiasaan buruk tersebut.

1. Tidak Mengganti Pakaian Anak setelah Seharian Beraktivitas

Ganti pakaian anak dengan pakaian yang lebih bersih. Anak cenderung tidak peduli akan apa yang mereka kenakan, baik itu kotor atau bersih. Sebagai orang tua, kita hendaknya mengganti pakaian anak sebelum tidur. Apalagi jika anak sangat aktif. Jika perlu, ganti pakaian yang ia pakai setelah mandi sore. Alasannya, banyaknya gerakan anak di luar maupun di dalam rumah membuat mereka banyak berkeringat dan beraroma tubuh tidak sedap. Ganti pakaian dengan yang bersih dan nyaman untuk tidur, seperti piyama atau apa pun yang berbahan dasar lembut. Mengganti pakaian juga mencegah kuman dan penyakit dari luar ikut menempel di tempat tidur semalaman.

2. Membiarkan Anak Lengah dalam Mempersiapkan Kebutuhan Sekolah

Kebiasaan buruk lainnya adalah membiarkan anak tidak mempersiapkan kebutuhannya esok hari untuk yang bersekolah. Latih anak agar secara mandiri mengetahui barang apa saja yang harus dibawa ke sekolah, mata pelajaran apa saja, dan ada kegiatan apa saja. Tanyakan juga apakah ada pekerjaan rumah dan latihan yang belum dikerjakan. Biasanya, kita mengalah dengan mempersiapkan sendiri barang kebutuhan anak. Jika demikian, mereka kurang terlatih kemandirian dan rasa disiplinnya. Oleh karena itu, latihlah kemandirian anak dengan membiasakannya untuk menyiapkan kebutuhan sekolahnya sendiri.

3. Hanya Sekadar Menemani, Tidak Mengajak untuk Membaca Doa

Ajarkan anak untuk selalu membaca doa sebelum tidur. Membiasakan anak mengenal Allah salah satunya adalah dengan mengajarkan doa-doa keseharian, seperti doa hendak tidur dan bangun tidur. Terkadang, kita lupa mengajak anak berdoa sebelum mereka terlelap dan meninggalkan kamarnya. Doa juga membuat mereka memiliki disiplin dan tidur lebih tenang. Tanyakan kepada anak, apakah mereka sudah membaca doa ketika hendak dan bangun tidur, jika belum, bimbinglah dengan membaca surat-surat pendek dan doa lain. Bisa juga dengan membacakan buku doa bergambar untuk anak.

4. Memberikan Asupan Makanan dan Minuman yang Salah

Usahakan memilih jenis makanan dan minuman apa yang dikonsumsi anak jelang tidur. Hindari makanan berkadar lemak dan gula tinggi, sehingga sulit dicerna dan membuat anak terjaga lebih lama, misalnya permen, gorengan, atau cokelat. Selain itu, cokelat juga mengandung kafein, seperti layaknya kopi, soda, dan teh. Anak juga suka mengemil di tempat tidur, ajak mereka untuk berhenti melakukannya agar tidak mengotori kamar dan menyebabkan ketidaknyamanan.

5. Lupa Mengajak Anak Membersihkan Diri dan Sikat Gigi

Ajak anak membersihkan diri sebelum tidur. Masih terkait dengan poin sebelumnya, pastikan bagian tubuh anak juga bersih dari kotoran dan debu yang akan membuatnya tidak nyaman kala tidur. Cuci kaki, tangan, atau wajah anak, lalu ajak mereka menyikat gigi untuk cegah kerusakan gigi. Lebih baik lagi jika sifat mencintai kebersihan ini ditanamkan dengan mengajarkan anak berwudhu sebelum tidur.

Hayooo, apakah kebiasaan buruk di atas masih ada yang kita lakukan sehari-hari? Yuk, mulai ubah kebiasaan ke arah yang lebih baik demi menjadi orang tua yang dibanggakan. Bukankah membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang kita inginkan harus dimulai dari hak-hal sederhana yang menjadi kebiasaan? []

 

Sumber: Abiummi



Artikel Terkait :

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam perkembangan, membuat anak lebih rentan jatuh sakit. Apabila si Kecil sering jatuh sakit, proses tumbuh kembang tentunya tidak dapat berjalan dengan optimal.

Tinggalkan Balasan