Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Muslimah Memanah, Mengapa Tidak?

0

Saat ini sedang trend kegiatan memanah di kalangan anak muda, bahkan muslimah. Memanah ini adalah olahraga kesukaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dilihat dari kegiatannya, memanah mungkin lebih cocok bagi laki-laki. Tapi ternyata tidak, banyak sekali muslimah yang gemar melakukan kegiatan ini. Lantas, muslimah memanah? mengapa tidak?

Keutamaan Memanah

Rasulullah bersabda, “Setiap hal yang tidak ada dzikir kepada Allah adalah lahwun (kesia-siaan) dan permainan belaka, kecuali empat: candaan suami kepada istrinya, seorang lelaki yang melatih kudanya, latihan memanah, dan mengajarkan renang,” (Riwayat Imam An Nasa’i).

Islam sebagai agama yang Syamil (lengkap) dan Mutakammil (sempurna) juga memperhatikan aspek jasmani umatnya. Allah Subhana wa Ta’ala secara tersirat dalam Al qur’an menyuruh ummat-Nya untuk juga memperhatikan aspek jasmaninya.

Misalnya dalam Al Qur’an surat Al Anfal ayat 60, secara tidak langsung disampaikan bahwa meskipun ummat Islam dalam keadaan aman-aman saja dan damai, tetap diperintahkan untuk selalu dalam kondisi siaga dan selalu berlatih secara fisik secara berkesinambungan sehingga kebugaran diri tetap terjaga dan dalam keadaan maksimal.

Manfaat Memanah

Belajar Memanah dapat melatih emosi dan fisik untuk meletakkan target pada sasaran. Memanah sangat menitik-beratkan keseimbangan tubuh.

Maka jika pemanah emosinya tertekan, maka panahan amat mudah tersasar. Secara tidak langsung, olahraga ini melatih manusia untuk tenang dan menstabilkan emosi.

Individu yang tidak tenang, ceroboh, pemarah, kurang sabar atau kurang sehat mentalnya tidak akan menjadi pemanah yang baik.

Perbuatan melenturkan anak panah di busurnya, kemudian melepaskannya perlu satu kekuatan fisik, olahraga ini juga satu latihan holistik kepada diri seseorang dari segi fisik dan mental. []

 

Sumber: syarilifestyle.blogspot.co.id



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline