Breaking News
Foto: ikahwin.my

Serasi

Oleh: Dedeng Juheri

Bagaimanapun juga, setiap lelaki normal menyukai wanita cantik. Wanita pun demikian, menyukai lelaki tampan.

Ini kecenderungan alami karena faktor dorongan yang disebabkan oleh rupa fisik yang menarik.

Fisik memiliki pesona dan daya tarik tersendiri. Ini benar dan tidak bisa dinafikan dengan dalih apa pun. Tapi jangan lupa, selain fisik, manusia juga memiliki jiwa.

Kalau fisik memiliki pesona dan dayak tarik, maka jiwa juga memiliki pesona dan daya tarik tersendiri. Ada aura yang terpancar dan menjadi daya pikat.

Selain memesona dan menarik karena pancarannya, jiwa juga memiliki daya pikat yang menggoda.

Berkenaan dengan fisik, Imam Ghazali mengatakan, “Pilihlah istri yang cantik agar engkau tidak bosan.”

Sementara bekenaan dengan jiwa Rasulullah memberi nasihat kepada kita, “Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, pasti engkau beruntung.” (HR Bukhari Muslim)

Pesona terbagi menjadi dua: fisik dan jiwa.

Ketampanan dan kecantikan dimaknai dari dua pesona ini.

Betapa elok lelaki yang dikaruniai ketampanan fisik dan jiwa. Dan, alangkah indah wanita yang dikaruniai kecantikan fisik dan jiwa.

Apalagi bila pesona ini bertemu antara lelaki yang baik dan wanita yang baik, seperti halnya Adam dan Hawa, Sulaiman dan Bilqis, Yusuf dan Zulaikha, Muhammad dan Khadijah, atau Ali dan Fatimah.

Pesona fisik dan jiwa menjadi penyebab lahirnya ketenteraman rasa. Sang lelaki tampan fisik dan jiwanya, begitu juga sang wanita; cantik fisik dan jiwanya. Cocok dan klop. Antara ketamapanan fisik bertemu kecantikan fisik; ketampanan jiwa bertemu kecantikan jiwa. Serasi, selaras, dan seimbang.

Namun demikian, fisik yang baik tidak selalu bertemu dengan yang baik pula. Lelaki tampan tidak selalu menikah dengan wanita cantik; wanita cantik tidak selalu menikah dengan lelaki tampan.

Betul?

Tapi jangan khawatir, meskipun kelihatannya tidak sepadan, mereka tetap bisa melangkah bersama, sejalan dan seirama dalam bingkai rumah tangga selama jiwanya sama, yakni sama-sama baik.

Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik; laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula. Saleh akan bertemu salehah.

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (Q.s. an-Nuur [24]: 26)

Ya. Inilah pesona jiwa. Bahwa fisik yang baik tidak selalu bertemu dengan yang baik pula.

Adakalanya fisik yang baik bertemu dengan fisik yang kurang baik. Tapi jiwa yang baik akan bersama dengan yg baik pula, akan berkelindan meski fisik kurang sepadan.

Pesona jiwa menautkan hati dua anak manusia untuk saling menyayangi dan mencintai. Mari cintai pasangan kita secara fisik maupun jiwa.

“Kecantikan batin,” menurut Ibnu Qayyim, “Membuat bentuk fisik terlihat lebih cantik, walau pun paras dan fisik perempuan itu kurang cantik.”

Mari percantik batin kita agar lebih memesona, menguatkan ikatan dan menenteramkan jiwa. Mari bercinta untuk meraih ridha-Nya.

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Tips Menolak Lamaran tanpa Menyakiti

Ini membingungkan. Kadang laki-laki mengira kamu mau dengannya setelah dia menunggu. Padahal sebetulnya kamu ngga mau. Kalo sejak awal sama sekali ngga tertarik bilang aja, "Mohon maaf saya udah ada calon." Itu lebih baik daripada memberikan jawaban menggantung.

Tinggalkan Balasan