Breaking News
cara merendam amarah, jangan emosi, menghadapi anak nakal
Foto: plukme.com

Apakah Anda Pernah Membohongi Anak?

Ibu merupakan sosok terpenting sekaligus madrasah pertama bagi seorang anak. Ia adalah cerminan bagi buah hati. Seorang anak tentu akan banyak belajar dari ibunya. Sebab, ibu adalah orang terdekat baginya. Tapi, terkadang masih banyak kita temukan, seorang ibu yang berkata bohong kepada anaknya sendiri.

Padahal, Mujahid berkata, “Sesungguhnya setiap pembicaraan akan dituliskan. Bahkan, seseorang yang mendiamkan anaknya (supaya tidak menangis) dan berkata (dengan maksud berbohong), ‘Saya akan membelikan ini dan itu untukmu, sehingga jangan menangis lagi.’ Orang ini akan dituliskan sebagai pendusta.”

Maukah anda dikatakan sebagai pendusta? Tentu tidak bukan! Maka dari itu, jangan kita gunakan trik tipu daya kepada anak hanya karena ingin membuatnya diam sementara waktu. Cobalah anda pikirkan, bagaimana jika anak terus meminta dan anda tak mampu memenuhinya, apa yang anda lakukan?

Biasanya kebohongan yang dilakukan pertama kali akan membuat seseorang ketagihan melakukannya lagi. Seperti itulah cara kebanyakan orang tua untuk menutupi kebohongannya yang pertama. Maka pantaslah, jika julukan pendusta melekat kepadanya.

Nah, perbuatan seperti ini biasanya juga ditiru oleh anak. Ketika ia telah dewasa, ia juga bisa saja melakukan hal yang sama. Maka, ketika anak berbohong kepada anda, coba lihatlah diri anda, apakah anda pernah membohongi anak? []

 

Referensi: Ruqyah Jin, Sihir dan Terapinya/Karya: Syaikh Wahid Abdussalam Bali/Penerbit: Ummul Qura

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

3 Ucapan Paling ‘Berbahaya’ dari Mulut Seorang Pria

Ada tiga ucapan yang paling berbahaya keluar dari mulut seorang pria kepada wanita. Apa sajakah itu?

Tinggalkan Balasan