Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Ini Alasan Mengapa Wanita Berhijab Harus Pede

0

Dunia seolah terbalik, yang melakukan sesuatu yang Allah perintahkan (salah satunya perintah berhijab) kadang-kadang ada yang masih tidak percaya diri. Entah, hal tersebut tercermin dari kata-kata atau sikap atau hanya perasaan minder (tidak pada tempatnya) yang ada di dalam hati saja.

Terlebih, jika ia berada di lingkungan yang berbeda dimana si hijabers menjadi satu-satunya yang berpenampilan seperti itu atau minoritas,

“Wah, aku hijaban sendiri, nih. Yang lain cantik-cantik dan modis-modis,” kesannya diri sendiri atau hijaber tersebut jelek dan enggak modis, enggak layak ada di situ gitu.

“Kok penampilanmu berubah? Kok hijabmu gak seperti biasanya? Kok lebih ketat dan kecil?”

“Iya nih soalnya rata-rata gak hijaban, ini aja aku mending banget masih pakai begini,” kesannya hijabannya enggak ikhlas.

“Udah ah aku pakai hijabnya yang biasa aja soalnya acaranya seneng-seneng, kalau hijabnya beda sendiri, gede sendiri kan nggak enak sama yang lain, disangka sok alim,” emm … no comment, ketika penilaian manusia begitu berharga ketimbang penilaian Allah.

Di sisi lain, tidak sedikit yang belumhijaban mencibir atau memandang aneh yang sudah hijaban. Emang masih ada? Masih.

“Enggak gaul banget, sih,”

“Enggak modis,”

“Ih, kampungan,”

“Sok alim,”

“Emang baca Al-Qurannya udah paham kok pakai hijaban segala?”

“Hijabin dulu deh tuh hati,”

“Yang asli arab aja nggak segitunya, ehhh ini yang nggak ada arab-arabnya malah sok-sokan,” dan masih banyak lagi cibiran-cibiran yang lainnya.

Ukhti, padahal ada beberapa alasan logis dimana yang berhijab tidak seharusnya minder sedangkan yang belum berhijab tidak seharusnya mengolok-olok yang sudah berhijab.

Apa saja alasan logis tersebut?

Loading...

1. Buat yang berhijab: jika ada yang begitu percaya diri pakai pakaian sangat seadanya dan kurang bahan, lalu kenapa yang berpakaian lengkap dari ujung sampai ujung malah sebaliknya? Aneh, deh. Gagal paham. Logikanya ya harus lebih percaya diri dong secara yang berpenampilan “apa adanya” aja sangat-sangat percaya diri kok.

2. Buat yang belum hijaban seharusnya bersyukur dengan banyaknya rekan-rekan yang sudah berhijab, ditambah jika sikap si hijabers tersebut juga mencerminkan muslimah sejati (misal enggak suka caper atau sewajarnya saja alias menjaga diri).

Coba misalkan sama-sama enggak hijaban, boleh jadi suami jadi naksir temannya, boleh jadi yang belum hijaban kalah jauh. Tidak bermaksud membandingkan sebenarnya hanya berusaha menyadarkan seharusnya justru berterima kasih pada rekan-rekan yang sudah berhijab karena mereka membantu para suami orang menjaga diri. Bukannya malah di-bully. Ya, kan?

3. Buat yang hijaban: jika begitu bangga menjalankan perintah atasan lalu kenapa masih ada yang terbersit perasaan minder ketika berusaha menjalankan perintah Allah yaitu menutup aurat? Bukannya harusnya malah bahagia. Ini perintah Allah lho.

4. Buat yang belum hijaban: jika ada yang salah dengan hijabers, tolong jangan disalahkan hijabnya, dia cuma benda mati. Salahkanlah yang menggunakannya dengan tidak baik.

5. Hijab tidak menghalangi seorang wanita untuk bisa berubah jadi “perkasa” jika diperlukan.

Asumsi bahwa hijaber adalah sosok yang lamban itu benar-benar salah kaprah. Logikanya, apa hubungannya penampakan luar dengan karakter? Nggak ada kecuali kalau dihubung-hubungkan.

Hijabers yang notabene masih sering dianggap lemah juga bisa “gagah perkasa” jika diperlukan. Misal, hijabers yang lagi ditinggal dinas suaminya yang artinya apa-apa dilakukan sendiri, hijabers di daerah konflik seperti Gaza atau Suriah (emang mereka cemen? Wew, coba ke sana buktikan kalau mau), atau contoh lain.

Bagaimana, Ukhti? masih mau minder karena berhijab, ataukah tidak pede dengan menggunakan hijab Semoga yang sudah berhijab semakin istiqomah dan yang belum berhijab segera berhijab. []

Sumber: Ummionline



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline