Breaking News
Foto: Favim.com

Kabar Gembira dari Allah untuk Orang Beriman

Setiap dari kita pasti pernah atau mungkin sering mendapatkan pujian dari orang lain. Padahal, nyatanya diri kita tidak sebaik apa yang orang lain pikirkan. Tahukah Anda, Ukh, bahwa ternyata, salah satu di antara kabar gembira yang Allah segerakan untuk hamba-Nya yang beriman adalah adanya pujian yang diberikan oleh orang lain untuknya.

Dalam hadis dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya,

“Bagaimana jika ada orang yang melakukan amal baik, kemudian dia dipuji oleh masyarakat?”

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Itu adalah kabar gembira bagi mukmin yang disegerakan,” (HR. Ahmad 21380 & Muslim 6891).

Termasuk di antaranya adalah pujian yang diberikan masyarakat di saat kita meninggal. Allah tunjukkan sisi kebaikan kita di hadapan masyarakat di sekitar kita. Dan ini bagian dari do’a Ibrahim yang Allah sebutkan dalam al-Quran, “Jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,” (QS. As-Syu’ara:84).

Makna: “buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian”

Ibrahim memohon kepada Allah agar dia diberi taufik untuk menjadi sumber kebaikan, sehingga semua orang memuji beliau, hingga hari kiamat.

Di surat Ash-Shaffat, Allah berfirman, “Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, ‘(Yaitu) kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.’ Demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,” (QS. Ash-Shaffat:108–110).

Di surat Maryam, Allah berfirman, “Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi,” (QS. Maryam:50).

Allah jadikan pujian untuk Ibrahim dan keluarganya, bukan hanya pujian di langit, namun juga pujian di bumi. Karena pujian manusia adalah kesaksaian mereka atas perbuatan dan perilaku kita di dunia.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

“Suatu ketika para sahabat melihat sebuah jenazah yang diangkat menuju pemakamannya. Mereka pun memuji jenazah ini. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Wajib … wajib … wajib.’

Tidak berselang lama, lewat jenazah lain. Kemudian para sahabat langsung mencelanya. Seketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Wajib … wajib … wajib.’

Umar pun keheranan, dan bertanya, ‘Apanya yang wajib?’

Jawab Nabi, “Jenazah pertama kalian puji dengan kebaikan, maka dia berhak mendapat surga. Jenazah kedua kalian cela, maka dia berhak mandapat neraka. Kalian adalah saksi Allah di muka bumi,” (HR. Bukhari 1367; Muslim 949). []

Sumber: konsultasi Syariah

About Mila Zahir

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan