Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Lika-liku Perjalanan Gadis Kanada dalam Menemukan Islam

0

Namanya Aubie. Ia tumbuh dan dibesarkan di  utara Toronto, Kanada. Saat usianya 3 tahun, ibunya mengatakan Aubi memiliki pemikiran yang aneh. Ia sering memanjat pohon lalu memikirkan berbagai motif sesuatu yang diciptakan Tuhan. Salah satunya adalah mengapa Dia (tuhan) melahirkan anak-anak di keluarga yang berbeda. Sungguh sebuah tanya yang terlalu hebat untuk seorang anak berusia 3 tahun.

Karena tak mendapat jawaban yang memuaskan jiwanya Aubi berontak dan menjadi remaja yang nakal. Kemarahannya atas dunia yang kurang mengasihi dan menyayanginya menjadikannya akrab dengan alkohol dan obat-obatan terlarang. Pikirnya Tuhan tidak bersahabat dengannya.

Bosan dan lelah dengan pelampiasan buruknya, Aubie mencari pelarian yang lain. Ia putuskan meninggalkan rumah ketika berusia 18 tahun dan mengembara bersama sekelompok relawan yang disponsori pemerintah Kanada selama satu tahun. Saat kembali ke kampung halaman, ia masuk ke perguruan tinggi dan membaktikan diri pada sebuah NGO yang peduli anak-anak tak beruntung.

Setelah beroleh gelar sarjana ilmu psikologi dan filsafat, ia bekerja di dua kantor pemerintah. Namun ketenangan jiwa belum pula ia temukan. Depresi berat menyeretnya hingga ke satu musim semi yang tragis. Ia putuskan untuk mengakhiri nyawanya di usia 25 tahun. Bunuh diri dengan menyayat nadi di tangan kiri barangkali jawaban atas segalanya.

Rupanya percobaan bunuh diri yang dilakukan Aubie tidak berhasil. Ia terselamatkan dan bangun dengan jiwa yang baru. Ia kembali ke gereja Anglikan semasa kecil dulu. Di sana ia mencoba berkontemplasi. Selama satu bulan, setiap hari minggu, air matanya berluruhan.

Tahun 2001 Aubie mengalami kecelakaan. Ia mengalami cedera berat. Setelah pulih dari cederanya, ia bertekad mencari Tuhan. Akhirnya, tahun 2003 ia menemukan kebenaran dalam Islam. Ia bersahadat ketika berdiri di padang rumput yang diterangi matahari. Ia bersahadat sendirian dan mengatakan kepada Allah tentang harapan dan impiannya.

Aubi secara resmi bersahadat pada tanggal 1 Januari 2006 di Damaskus, Suriah. Ia terinspirasi Qur’an surat An-Nuur ayat 35. Lalu, nama Noor ia sematkan didepannya. Kini setelah masuk Islam, ia bernama Noor Aubie. []

Sumber: http://muallaf-muslimconvert.blogspot.co.id/2007/09/story-61-noor-aubie.html



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline