Breaking News
Foto: weheartit.com

Ukh, Sudahkah Kamu Menunaikan Wasiat Rasulullah dalam Memilih Pasangan?

Shalihah, pernikahan adalah ibadah panjang yang membutuhkan energi besar serta kebesaran jiwa, perjalanan dan pelajaran di dalamnya tak pernah habis memberikan hikmah-hikmah. Dan sebelum memutuskan untuk menikah, telah begitu banyak kiat-kiat memilih jodoh yang telah disampaikan oleh beberapa pasangan yang bsa dinilai sukses dalam mengarungi rumah tangganya di dunia.

Namun, tentunya kita harus ingat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun telah memberi wasiat agar kita memilih jodoh berdasarkan agamanya dan juga akhlaknya.

Dengan seiring berjalannya waktu, setelah pernikahan kerap kali ditemukan di antara pria atau wanita yang merasa telah salah dalam memilih jodohnya. Atau mudahnya jodohnya tak seperti yang ia harapkan.

Hal itu tentunya dikembalikan kepada masing-masing orang, sudahkah ia memilih pasangannya sesuai dengan wasiat Rasulullah? Atau justru nafsunya mengalahkan itu semua?

Sebagai seorang yang telah begitu banyak mendengar kisah kehidupan dari beberapa orang sekitar kita. Tentu kita punya kriteria tersendiri tentang jodoh kita. Misalnya kita menginginkan jodoh yang romantis dan lembut. Namun, pada kenyataannnya pasangan kita jauh dari kata romantis. Bahkan cenderung cuek dan apatis atau lebih parahnya lagi kasar. Naudzubillah… atau kita ingin jodoh yang kaya, namun nyatanya ketika sudah beberapa waktu menikah usahanya bangkrut dan tiba-tiba menjadi buronan penagih hutang setiap hari. Mungkin keinginan sederhana kita ingin punya pasangan yang sholeh namun diperjalanan hidup pasangan kita menurun keimanannya.

Itu adalah skenario kehidupan. Ada pasang surutnya. Wajah bisa menua, harta hilang dalam sekejap, dan iman manusia pun seperti ombak kadang naik kadang turun. Tidak ada ilmu pasti dalam rumah tangga. Semua berubah secepat kilat. Tidak sama orangtua sekarang dengan orangtua pada periode sebelumnya. Ketika kita menemukan kekurangan pada pasangan kita apapun itu cobalah untuk menahan emosi dan ego. Pikirkanlah bahwa ia adalah bentukan dari lingkungannya. Dia menjadi seperti apa yang ada sekarang karena perjuangannya untuk tetap bertahan. Luangkanlah waktu mendengar cerita masa lalunya dan masa kecilnya kita akan menemukan cerita luar biasa. Cobalah sejenak menatapnya ketika ia terlelap ia akan sama dengan manusia lainnya.

Tak ada yang ingin berpasangan dengan orang yang tidak disukai. Namun, Allah Rabbul ‘Alamiin mempunyai visi yang lebih tinggi. Bukan sekadar banyak harta atau hal duniawi lainnya itu mudah bagi-Nya. Visi Allah ‘Azza wa Jalla adalah memanggil kita kelak ke Jannah-Nya. Bersabarlah dengan ketentuannya. Berdo’alah agar tetap bisa mempertahankan iman. Allah lebih tau segala hal untuk kita. Dia lebih mengenal kita dari diri kita sendiri. []

 

Sumber: ummionline

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan