Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukh, Perhatikan Adabmu Sebelum Menasihati!

0
Ukhti, perlu kita ingat bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda yang artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47).

Saudariku, saat ini media sosial memegang peranan penting di berbagai belahan dunia, dari mulai hal yang baik seperti mencarikan orang hilang, memviralkan info-info penting, tapi juga bisa sebaliknya… menjadi arena hujatan dan cacian.

 

Duh, jangan sampai ya kita terlibat sebagai salah satu orang yang salah dalam menggunakan sosial media karena ketidakmampuan berkata-kata yang baik di media sosial. Apalagi jika sasaran hujatannya adalah saudara seiman. Sadarilah bahwa di akhirat nanti ucapan dan tulisan kita di komentar/status akan menjadi saksi yang memberatkan atau meringankan dosa-dosa kita.

 

Jangankan menghujat, ada kata-kata yang kita anggap biasa aja tapi untuk orang lain itu menyakitkan, gimana? Itu bahaya wahai saudariku. Jangan sampai dari lisan maupun tulisan kita keluar kata-kata yang tidak mengenakkan. Itu sangatlah jauh dari akhlak kita sebagai umat Islam. Jangan kita berucap ataupun menulis, kecuali sesuatu yang bermanfaat. Sesuatu yang nanti engkau akan bahagia tatkala melihatnya di Hari Akhir.

Kalo sahabat kita misalnya melakukan suatu kesalahan, apakah boleh kita menasehatinya? Lalu apa yang perlu dilakukan ketika melihat saudara kita melakukan kesalahan?

 

1. Nasihati Secara Pribadi

Ingatlah bahwa yang dinamakan menasihati adalah yang dilakukan secara empat mata, jika bermaksud menasihati tapi disampaikan di kolom komentar yang bisa dibaca orang banyak, itu namanya mempermalukan.

Imam Syafi’i di dalam syairnya menyebutkan: “Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri, jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian. Sesungguhnya nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk sesuatu pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya. Jika engkau menyelisihi dan menolak saranku, maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti.”

 

Jika melihat saudara kita melakukan kekeliruan, coba nasihati dia dengan cara menuliskan pesan via japri, menelponnya, atau mendatanginya langsung untuk bicara empat mata. Namun dalam hal ini, lebih baik dan bijak jika dilakukan secara langsung empat mata karena dalam bentuk teks/pesan masih kurang beretika, ditakutkan ada kata-kata yang kurang mengenakkan bagi sahabat kita, karena konten dalam teks tidak menunjukan raut wajah ataupun perasaan. Ketika ngetik pake “!”, nantinya ia beranggapan kita sedang memarahinya.

 

2. Pergunakan Kata-kata yang Halus dan Tidak Melukai

Ketika kita mengharapkan kebaikan saudara kita, tidak selayaknya menggunakan kata-kata yang menyakiti atau melukainya, siapakah yang bisa berubah menjadi baik dengan cara disakiti atau dilukai? Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki tutur kata santun yang perlu kita teladani? Ingat lho… ini dengan saudara seiman kita sendiri.

 

3. Mendoakan

Jika sudah mencoba melakukan nasihat dan perbaikan namun terlihat belum ada perubahan, jangan bosan untuk mendoakannya agar tetap istiqomah dalam kebaikan. Pagi hari kita nasihati, malam hari kita doakan. Bukankah itu indah wahai saudariku?

Nah, jika memang kita memiliki sedikitnya ilmu untuk memberikan nasihat, maka berilah nasihat. Karena itulah kewajiban kita sebagai seorang muslim, saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran.

Dan, jangan lupa. Hapuslah segala komentar atau status buruk yang menghujat saudara seiman kita, jangan sampai status atau komentar tersebut memberatkan dosa-dosa kita di akhirat kelak. Na’udzubillah min dzalik. Yuk dicek lagi apa saja yang sudah kita tulis di sosial media kita! []

 

Sumber: ummionline

 



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline