Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

4 Tips agar Anak Terbiasa Bangun Pagi

0

Beberapa orang tua terkadang memiliki kendala ketika membangunkan anaknya, terutama ketika dibangunkan di waktu subuh untuk melaksanakan shalat subuh. Anak-anak ada yang menangis ketika dibangunkan karena masih ngantuk ada pula yang tidur kembali padahal sudah berkali-kali dibangunkan dan masih ada cara anak-anak untuk ngeyel tidak mau bangun pagi. Semua permasalahan itu ada jalan keluarnya asalkan orang tua berkenan sabar dalam menerapkan cara-cara agar anak-anak mau bangun pagi.

Ini empat tips yang bisa digunakan agar anak-anak bangun pagi:

1. Atur Jam Tidur Anak

jam tidur ini perlu diperhatikan. Tidur yang terlalu larut dapat membuat anak bangun kesiangan. Biasanya jam tidur anak 8 jam. Jadi, kita harus mengatur jam tidur anak tersebut sesuai dengan waktu bangun yang diinginkan, misalnya kita menginginkan anak untuk bangun sebelum Subuh, kira-kira pukul 4, maka jam tidur yang cocok untuk anak adalah pukul 20.00 WIB. Waktu tersebut fleksibel karena biasanya jam tidur untuk setiap anak relatif tergantung dari kebutuhan anak.

2. Sebelum Tidur, Ingatkan Anak

Mengingatkan anak untuk bangun pagi, mungkin lebih pagi, sebelum shalat Subuh dapat menjadi bagian mengajarkan anak untuk shalat tepat waktu, mengingat Allah, dan juga bagian dari pengenalan Islam kepada anak.

3. Membangunkan Anak

Kadang-kadang ada anak yang easy child, mudah untuk bangun pagi tanpa dibangunkan. Namun, bagi anak yang agak sulit, kita perlu mendatangi kamarnya, membangunkannya dengan lembut, sekaligus mengajaknya untuk shalat tepat waktu. Anak laki-laki ajaklah untuk shalat Subuh berjamaah di masjid.

4. Konsisten / Istiqomah

Untuk membiasakan bangun pagi pada anak-anak harus konsisten alias sering membangunkannya di waktu yang sama hingga anak terbiasa. Konsisten ini, terutama dimulai sejak anak berusia 3—5 tahun. Masa ini menjadi fase yang krusial dalam melatih disiplin anak. Jika anak malas-malasan untuk bangun, berikan waktu tenggang 5 atau beberapa menit lagi untuk bangun. Jangan sampai lebih dari itu. Jika ini terjadi, secara tidak langsung kita mengajarkan anak untuk menunda-nunda waktu bangun dan akhirnya kebablasan. Masalah waktu sebenarnya fleksibel, tidak perlu kaku dalam menetapkan waktu tidur dan bangun untuk anak, yang terpenting konsisten dan memperhatikan kondisi dan kebutuhan anak.

Sumber: Thayyiba



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline