Breaking News
Foto: ODNV

Nilai Mahar, Sampai Mana Batasannya?

Mahar merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam sebuah pernikahan, dimana mahar merupakan pemberian calon mempelai laki-laki kepada calon mempelai perempuan, yang nilainya ditentukan oleh mempelai wanita sendiri, dan dalam pelaksanaannya nanti nilai tersebut telah disetujui oleh kedua belah pihak.

Karena itulah Mahar merupakan tanda kesungguhan dari laki-laki untuk menikah, dimana Allah berfirman dalam Al Qur’an :

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagian pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya” (An-Nisaa: 4).

Islam telah mengangkat kedudukan wanita dan memberinya hak untuk bisa memiliki, mewajibkan untuknya mahar ketika menikah, dengan menjadikan hal tersebut sebuah hak baginya dari laki-laki sebagai tanda kemuliaan baginya, keagungan untuk dirinya serta perasaan akan keberhargaannya. Sebagai pengganti bagi dia yang mencumbuinya, mengharumkan dirinya serta keridhoannya terhadap bimbingan laki-laki terhadapnya.

Dianjurkan bagi seorang wanita untuk meringankan maharnya, mempermudahnya, karena sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan. Mahar jika terlalu besar akan menjadi penyebab kemurkaan seorang suami terhadap istrinya. Bahkan dia akan menjadi haram jika telah mencapai derajat berlebih-lebihan dan menjadi sebuah kebanggaan, sehingga memberatkan suami dengan berhutang dan meminta karenanya.

Bahwasanya Abu Salamah bertanya kepada Aisyah RA, “Berapa banyakkah mahar yang dibayarkan oleh Rasulullah SAW” dia menjawab, “Mahar beliau terhadap istri-istrinya sebesar sepuluh uqiyyah dan nassya,” bertanya Aisyah, ”Tahukah kamu apa itu nassya?” Aku menjawab, “Tidak,” Dia berkata, “setengah uqiyyah, jadi jumlah seluruhnya limaratus dirham, itulah mahar yang Rasulullah SAW berikan kepada istri-istrinya.” (HR Muslim). []

 

Sumber: Kitab Nikah dan Ruah tangga 

Redaktur: Erna Iriani



Artikel Terkait :

About Mila Zahir

Check Also

8 Syarat yang Membuat Pernikahan Penuh Berkah

Menikah adalah ibadah, menikah adalah realisasi dari ketaatan kepada Allah dan Rasul, menikah adalah bagian dari aplikasi syari’ah. Maka luruskan niat, ikhlas karena Allah, karena menikah akan menjadi ibadah terpanjang dalam kehidupan manusia.

Tinggalkan Balasan