Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kunci Ketenangan Hati itu, Hanya ini…

0

Manusiawi jika kita sering dilanda kegundahan dan keresahan hati, terlepas itu hanya sesaat ataukah berlangsung lama. Apa penyebabnya? Mengapa kita sering tidak merasa tenang dalam menikmati hidup. Apakah ada yang salah dalam aktivitas kita? Sering pertanyaan tersebut muncul.

Memiliki emosi seperti sedih ,gelisah, marah dan lain sebagainya memang merupakan hal yang manusiawi. Biasanya, emosi-emosi seperti itu akan muncul ketika sesuatu yang buruk terjadi, namun tidak menutup kemungkinan muncul saat hidup sedang baik-baik saja. Hal itu disebabkan karena, manusia selalu merasa kurang atas segala sesuatu. Akhirnya, mereka akan terus berusaha mencapai keinginannya untuk merasa puas dan tenang.

Banyak orang yang merasa tidak tenang dalam hidupnya, padahal ia hidup dalam keadaan sangat berkecukupan. Beberapa aktris dan tokoh terkenal di luar sana bahkan berani mengakhiri hidup dengan alasan dirinya tidak menemukan ketenangan. Hal itu membuktikan bahwa, ketenangan dan kedamaian hidup bukan berasal dari harta atau kekuasaan.

Lalu, bagaimana cara yang paling benar untuk mendapatkan ketenangan dalam hidup?

Jawabannya, sudah jelas disebutkan dalam Al-Quran bahwa orang-orang yang akan mendapatkan ketenangan adalah mereka yang menjaga imannya. Allah Subahanu wa Ta’ala berfirman,

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencapuradukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat ketenangan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk,” (Q.S Al-Anaam:82).

Seperti yang disebutkan oleh Nouman Ali Khan, dalam salah satu tausyiahnya. Bahwa banyak orang yang merasa akan mendapatkan kebahagiaan saat memiliki sebuah harta. Padahal hal itu hanya akan membawanya untuk terus mengejar harta lain dan akhirnya merasa tidak tenang. []

Sumber: Dailymoslem



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline