Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Nusaibah, Kartini Zaman Rasul

0

Setiap tahun pada tanggal 21 April, Indonesia memperingatinya sebagai Hari Kartini. Pada tanggal itu dilahirkan sosok wanita Jawa dan seorang Pahlawan Nasional yang dengan penanya memelopori pendidikan untuk wanita. Untuk menghormatinya maka, ditetapkanlah sebagai Hari Kartini.

Namun, tahukah muslimah bahwa jauh hari sebelum Kartini ada banyak pahlawan wanita. Pahlawan wanita pada zaman Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam tak hanya mengangkat pena, namun juga mengangkat senjata. Salah satunya yaitu Nusaibah Binti Ka’ab.

Ia dikenal dengan sebutan “ummu imarah” dia adalah mujahidah pembawa air dalam perang uhud. Ummu Imarah adalah pejuang di bagian logistik. Bahkan di tengah berkecamuknya perang uhud, Ummu Imarah tidak hanya membagi air, tetapi dia juga turut pula mengangkat pedang dan busur panah guna menghalau kaum kafir yang ingin mendekati dan membunuh Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam. Bersama Mush’ab bin Umair, Ummu Imarah berhasil melindungi rasulullah saw dari sabetan pedang tentara Quraisy bernama Ibnu Qamiah, padahal pada saat itu dalam kondisi luka parah.

Sebagaimana Ibnu Saad meriwayatkan kisah Nusaibah dalam perang uhud. Ummu Imarah menuturkan kejadian Perang Uhud demikian kisahnya, “Aku melihat orang-oang sudah menjauhi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga tinggal sekelompok kecil yang tidak sampai bilangan sepuluh orang. Saya, kedua anakku, dan suamiku berada di depan beliau untuk melindunginya, sementara orang-orang kocar-kacir.

Beliau melihatku tidak memiliki perisai, dan beliau melihat pula ada seorang laki-laki yang mundur sambil membawa perisai. Beliau bersabda, ‘Berikanlah perisaimu kepada yang sedang berperang!’ Lantas ia melemparkannya, kemudian saya mengambil dan saya pergunakan untuk melindungi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu yang menyerang kami adalah pasukan berkuda, seandainya mereka berjalan kaki sebagaimana kami, maka dengan mudah dapat kami kalahkan insya Allah.

Maka tatkala ada seorang laki-laki yang berkuda mendekat kemudian memukulku dan aku tangkis dengan pisaiku sehingga dia tidak bisa berbuat apa-apa dnegan pedangnya dan akhirnya dia hendak mundur, maka aku pukul urat kaki kudanya hingga jatuh teguling. Kemudian ketika itu Nabi berseru, ‘Wahai putra Ummu imarah, bantulah ibumu… bantulah ibumu….’ Selanjutnya putraku membantuku untuk mengalahkan musuh hingga aku berhasil membunuhnya,” (Thabaqat Ibnu Sa’ad VIII/412).

Dari Nusaibah kita dapat belajar tentang keberanian membela agama Allah dan Rasul-Nya. Serta belajar ketabahan yang luar biasa terdapat pada diri Nusaibah, karena dalam perang Uhud putranya tertawan dan kemudian dibunuh oleh Musailamah Al-Kadzab. []

Sumber: Radio JIC dan Ahlul Hadits



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline