Breaking News

Cara Mengatasi Ketakutan pada Anak

“Mah, anter ke kamar mandi. Kakak mau pipis tapi takut.” Sering kali kita mendengar kalimat itu dari anak. Padahal usia anak sudah menginjak sepuluh tahun. Lantas anak menyebutkan alasannya karena takut hantu. Tak hanya anak, orang dewasa pun kerap kali mengatakan demikian.

Masih banyaknya budaya dan kepercayaan terhadap hal-hal mistis yang bertentangan dengan syariat, ditambah lagi maraknya cerita maupun film-film misteri di tengah masyarakat semakin memperparah kerusakan dan mengikis keimanan.

Maka, sebagai orang tua kita harus dapat memperhatikan rasa takut apa yang dilaami anak. Jika rasa takut itu tetap terpelihara pada anak, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang penakut serta mengurangi ketauhidan pada anak.

Bagi orang tua sangat penting mengetahui bagaimanakah cara mengatasi ketakutan anak dengan cara yang sesuai syariat, antara lain :

1. Tanamkanlah pada anak tauhid dan aqidah yang benar.

2. Ajarkan wirid dan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Seperti do’a masuk dan keluar kamar mandi.

3. Jauhkanlah anak dari hal-hal yang mendatangkan rasa takut kepada hantu. Misalnya cerita misteri, patung dan lukisan makhluk bernyawa.

4. Ajarkan pula pada anak untuk tidak menakut-nakuti temannya meski hanya bermaksud untuk bercanda. Pahamkan pada anak untuk bercanda dengan baik.

5. Bila orang tua ternyata adalah seorang penakut, berusahalah untuk tidak menampakkan hal tersebut di depan sang anak. Sebagaimana kita tidak ingin anak menjadi penakut, maka latihlah diri sendiri untuk tetap tenang dan menghilangkan sifat penakut dari diri kita.

6. Berdoalah untuk kebaikan anak.

Cara diatas dapat diterapkan untuk mengatasi ketakutan anak terhadap hantu. Penting sekali mengajarkan tauhid sejak kecil agar anak tidak percaya kepada hal yang mistis. []

Sumber: Muslimah.or.id



Artikel Terkait :

About Astiah

Check Also

Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam perkembangan, membuat anak lebih rentan jatuh sakit. Apabila si Kecil sering jatuh sakit, proses tumbuh kembang tentunya tidak dapat berjalan dengan optimal.

Tinggalkan Balasan