Breaking News
Foto: PixelsTalk.Net

Adakah Cinta di Hatimu?

.
Entah mengapa, tiba-tiba ada perasaan lain pada si dia.
Kalau sebelumnya biasa-biasa saja, kini hati jadi dag-dig-dug tak karuan. Saat disebut namanya, saat melihatnya, atau saat mengingatnya. Berdebar. Brrr…

Bahkan jantung terasa mau copot kalau tiba-tiba bertemu di tengah jalan.
Waduh!
Apakah ini cinta?
Naksir padanya?
Atau bagaimana?
Ah, bingung jadinya.
Jangan-jangan saya dosa karenanya?
Tenang. Tak usah bimbang. Tak perlu tegang. Ini bukan aib dan dosa. Bukan pula perbuatan tercela.

Mencintai dan rasa ingin dicintai adalah fitrah manusia, setiap insan akan merasakannya. Tidak bisa tidak. Cinta bersemi dalam hati sanubari, alami dan sesuai fitrah insani.

Senada dengan bait syair ini:
Pepohon cintaku kian merimbun
Semakin dicantas makin bertunas
Tidak mampu mendustai hatiku
Rasa cinta fitrah manusia
(In Team, “Kalimah Cinta”)

Rasa cinta adalah karunia yang mesti disyukuri. Diekspresikan sesuai dengan porsinya. Sesuai syariat Allah dan Rasul-Nya. Agar cinta tumbuh sehat, kuat, mekar, berbunga, dan berbuah bahagia.
Selama tidak melanggar syariat, kita boleh merayakan cinta yang menyeruak dalam dada. Boleh berekspresi sepuas hati.

Mengapa tidak?

Bukankah cinta begitu manis dibicarakan, apalagi dihayati dan dinikmati dengan jalan syar’i. Tentunya akan melahirkan cinta yang hakiki, cinta sejati, dan cinta teragung kepada Allah Swt.

Cinta mencuat melalui beragam cara. Dari mata turun ke hati, dari kata-kata yang menyentuh rasa, dari wewangian yang dipakainya, dari interaksi yang memikat hati, dari keserasian jiwa, dan dari riak-riak rasa yang menghias asa.

Ya, dari sinilah datangnya cinta. Dari hal yang memantik terbitnya rasa suka dalam diri manusia. Mari duduk bersama.. []



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

3 Ucapan Paling ‘Berbahaya’ dari Mulut Seorang Pria

Ada tiga ucapan yang paling berbahaya keluar dari mulut seorang pria kepada wanita. Apa sajakah itu?

Tinggalkan Balasan