Breaking News
Foto: CultOfTheDeadChicken - DeviantArt

Ada Siapa Dibalik Suksesnya Seorang Suami?

Dibalik laki-laki yang hebat, ada sosok wanita yang mendampingi. Sebuah petikan kalimat yang menggambarkan kehidupan suami istri bahwa sesungguhnya wanita memiliki peran penting untuk seorang laki-laki.

Kesuksesan seorang laki-laki selain dari ikhtiar, ditopang pula oleh motivasi dan rasa kasih sayang seorang wanita. Ini dibuktikan oleh kisah Nabi shallallahu ‘alaihim wa sallam dengan istrinya Khadijah ra.

Sosok muslimah sejati dibalik kebijaksanaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pertama kalinya bertemu dengan Malaikat Jibril dan menerima wahyu pertama.

Rasulullah begitu ketakutan dan berada pada kondisi yang tidak pernah dialami sebelumnya. Sehingga dimulailah masa kenabian dalam hidup Rasulullah.

“Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah,” (Qs. al-Hasyr : 21).

Ujian yang berat harus ditempuh oleh Rasulullah, sehingga membuatnya gemetar setiap saat.

Dari seluruh batuan yang keras dan gunung yang kokoh, mengapa hal seberat ini ditimpakan kepada manusia?

Dalam situasi seperti itu, Rasulullah tidak lari kepada sahabatnya maupun pamannya yang selalu melindungi, yakni Abu Thalib.

Tapi Rasulullah lebih memilih pulang ke rumahnya dan menemui sang istri tercinta, yakni Khadijah ra. Khadijah ra pun mendekap erat serta menyelimuti Rasul.

Dari sekian banyak manusia perkasa yang dikenal oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Khadijah ra-lah yang memberikannya ketenangan.

Dari sekian banyak lelaki gagah dan perkasa, ternyata seorang perempuanlah yang bisa menguatkan hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tentu saja, perempuan ini bukan sembarang perempuan. Beliau adalah Khadijah ra istri pertama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hingga akhir hayatnya, beliau selalu setia mendukung dakwah suaminya dengan segenap kemampuannya.

Di saat-saat genting, ketika suaminya bahkan tidak percaya pada dirinya sendiri, Khadijah ra justru hanya mengingat kebaikan dalam diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada saat itu, pernikahan mereka sudah berjalan selama lima belas tahun.Mengapa yang diingatnya pada saat itu hanyalah kebaikan diri suaminya? Ini adalah gambaran karakter seorang perempuan penghuni surga.
Khadijah ra adalah orang pertama yang menyatakan beriman kepada kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Loading...

Beliau adalah seorang perempuan saudagar terpandang di mata kaumnya, dan selalu setia membela Islam dengan kedudukan, harta, bahkan jiwanya, jika perlu.

Tidak ada seorang pun yang memahami Sirah Nabawiyah yang menyepelekan peranan Khadijah ra dalam dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Setelah Khadijah ra wafat pun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menghormatinya.

Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih kambing atau semacamnya, beliau biasa membagi-bagikannya kepada teman-teman Khadijah ra yang masih hidup.

Kenangan tentang Khadijah ra tidak pernah mati dalam ingatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjawab perkataan ‘Aisyah ketika dibakar cemburu terhadap Khadijah, “Demi Allah, Dia belum memberikan ganti untukku dengan yang lebih baik darinya.

Ia beriman di kala semua orang mengingkari kenabianku. Ia membenarkan kenabianku di kala semua orang mendustakan diriku.

Ia menyantuni diriku dengan hartanya di kala semua orang tidak mau menolongku. Melalui dia Allah menganugerahi anak kepadaku, tidak dari isteri yang lain. []

 

Sumber: daaruttauhiid.org



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan