Breaking News
Foto: muslimobserver.com

Jangan Sampai Galau Karena Urusan Duniawi

Muslimah, perlu kalian ketahui bahwa dunia dengan segala gemerlap dan kenikmatannya terkadang menyilaukan mata hati dan jiwa seorang manusia, tak perduli siapapun dia.

Ketika kaki kita tertancap pada tempat yang fana ini, maka sulit untuk mencabutnya kembali jika urusan duniawi saja yang kita kejar. Karena sesungguhnya kehidupan di akhiratlah yang kekal.

Para kaum hawa saat ini seakan berlomba-lomba memenuhi kebutuhan duniawi lalu mengesampingkan bekal kehidupan di akhirat.

Sehingga ketika urusan duniawinya tidak terpenuhi, maka timbulah perasaan yang biasa anak masa kini sebut “galau”. Tapi galau disini adalah galau yang tidak benar, yaitu galau pada kehidupan duniawi.

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya.

Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya),“ (HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan syaikh al-Albani).

Penyebab Kegalauan Duniawi

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Orang yang mencintai dunia (secara berlebihan) tidak akan lepas dari tiga (macam penderitaan): Kekalutan (pikiran) yang selalu menyertainya, kepayahan yang tiada henti, dan penyesalan yang tiada berakhir.”

Hal ini dikarenakan orang yang mencintai dunia (secara berlebihan) jika telah mendapatkan sebagian dari (harta benda) duniawi maka nafsunya (tidak pernah puas dan) terus berambisi mengejar yang lebih daripada itu, sebagaimana dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Seandainya seorang manusia memiliki dua lembah (yang berisi) harta (emas) maka dia pasti (berambisi) mencari lembah harta yang ketiga,“ (HR al-Bukhari no. 6072 dan Muslim no. 116). []

 

Sumber: duniajilbab.co.id



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan