Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Bisakah Rujuk Kembali, Walau Istri Tak Bersedia

0

Tanya:

Assalamu’alaikum

Izin bertanya, benarkah kata “rujuk” bisa mengembalikan pernikahan, meski saya tidak mau? Suami juga punya utang ke keluarga saya, dosakah saya jika mendesaknya membayar meski sudah jatuh talak? Haruskah saya gugat cerai ke pengadilan agar saya bisa benar-benar berpisah? Berdosakah saya melakukan ini sebelum ia mengatakan niatnya rujuk?

Wassalamu’alaikum

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullah

Adinda yang dirahmati Allah swt, suami yang sudah menalak istrinya, baik talak satu ataupun dua, apabila masih dalam masa iddah (tiga kali suci atau tiga bulan) bisa rujuk kembali tanpa akad nikah baru, walau saat itu istri tidak ridha. Ini disebut talak raj’iy.

Jika iddah telah selesai, maka disebut talak ba-in (talak yang tidak bisa kembali rujuk), dan jika suami ingin rujuk, harus ada akad nikah baru, sebagaimana termuat dalam QS Al-Baqarah ayat 228: “Wanita wanita yang ditalak hendakah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’ ( masa iddah). Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlah.”

Terkait utang suami kepada keluarga Ibu, sebaiknya Ibu husnuzan akan niat suami untuk melunasi utangnya. Selain itu, ada baiknya utang ke keluarga Ibu diakhirkan membayarnya karena utang ke orang lain lebih berat risikonya.

Namun demikian, meski sudah jatuh talak, Ibu berhak menagih utang tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya,” (HR Tirmidzi). Juga hadits, “Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri,” (HR Ibnu Majah).

Sebaiknya Ibu juga melakukan evaluasi. Pikirkan dengan tenang dan jernih, apakah talak 1 yang sudah terjadi itu murni karena kesalahan suami? Apakah suami memang tidak mau menafkahi atau dia belum memiliki uang? Mungkin Ibu perlu lebih bersabar karena hakikatnya tidak ada yang bisa memberikan rezeki kecuali Allah swt. “Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?,” (QS Fathir: 3).

Setiap manusia pasti diuji, salah satunya berupa pasangan hidup. Jika Ibu sudah berusaha menjadi istri shalihah dan sabar menjalani ujian ini, insya Allah masalah ini akan meninggikan derajat Ibu di hadapan-Nya. Wallahu’alam bishowab. []

Sumber: Ummionline



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline