Breaking News
Foto: Wallpapers - blogger

Melirik Si Cinta

 

Mata lelaki itu menyorot tajam, napasnya tersenggal, dan jantungnya berdegub kencang. Dag dig dug tak karuan.

Ada apa gerangan?

Ternyata ia sedang mengintip seorang wanita yang ditaksirnya. Ia menaiki loteng sebuah rumah agar bisa melihatnya dengan jelas. Memerhatikannya sedemikian rupa.

Siapakah lelaki itu?

Muhammad bin Maslamah namanya.

Siapa yang diintipnya?

Ialah Tsaniyyah binti Dhahhak, seorang wanita beriman yang memegang teguh ajaran Allah dan Rasul-Nya. Wanita santun berbudi pekerti luhur, salehah, baik, dan cantik.

Tanpa sengaja, perbuatan Muhammad bin Maslamah ini dilihat oleh Sahl bin Abu Khatsaman.

Ada yang mengganjal dalam diri Sahl sehingga membuatnya merasa perlu untuk menegur Muhammad bin Maslamah. Masa orang beriman mengintip wanita.

Apakah pantas seorang sahabat Rasulullah melakukan perbuatan itu?

Mendapati teguran dari Sahl, selanjutnya Muhammad bin Maslamah berusaha membela diri.

Tak ada niat jahil atas perbuatannya itu. Bukan pula bermaksud jahat dan hendak berbuat dosa. Melainkan hendak menyempurnakan ikhtiar dan menjalankan nasihat Rasulullah Saw.

“Jika salah seorang di antara kamu meminang seorang wanita, maka tak ada dosa baginya untuk melihatnya jika maksudnya ingin benar-benar meminangnya, meski pun wanita itu tidak mengetahui (bahwa dirinya sedang dilihat).” (H.r. Ahmad dan Thahawi)

Bila sahabat Rasulullah saja melakukan hal ini, melihat wanita yang hendak dinikahinya, bahkan diam-diam mengintipnya untuk memerhatikan fisiknya, maka tak ada alasan bagi kita untuk menolak melihat atau dilihat calon pasangan.

Bila bicara soal kesucian diri, tentu orang sekaliber sahabat Rasulullah seperti Muhammad bin Maslamah lebih mengerti akan hal ini.

Loading...

Rasulullah tidak semata-mata menganjurkan untuk melihat calon pasangan bila memang akan menodai kesucian diri.

Lihatlah calon pengantinmu
Sebelum ikrar janji suci itu
Bukan untuk mencari cela, aib dan hina
Tapi untuk menguatkan jiwa
Agar mantap pilihannya
Agar kuat ikatannya
Abadi pernikahannya
Barakah menyelimutinya

Tujuan melihat calon pasangan adalah agar lebih tertarik dan lebih bersemangat untuk segera menikahinya.

Pada kesempatan lain Rasulullah Saw bersabda menasihati kita, “Jika salah seorang di antara kamu meminang seorang wanita, dan ia mampu melihat apa yang membuatnya tertarik untuk menikahinya, maka lakukanlah.” (H.r. Ahmad, Hakim, dan Thahawi)

Dengan catatan, benar-benar serius untuk menikah. Melihat calon pasangan semata untuk memantapkan hati menuju pernikahan.

Kalau sekadar iseng saja, penasaran & bukan dlm rangka pernikahan? Nah, ini tidak boleh. []



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

3 Ucapan Paling ‘Berbahaya’ dari Mulut Seorang Pria

Ada tiga ucapan yang paling berbahaya keluar dari mulut seorang pria kepada wanita. Apa sajakah itu?

Tinggalkan Balasan