Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Saat Muda, Ibu Ingin Punya Suami Pintar Bahasa Arab

0

Oleh: Raya Azzuri

Gadis Hobi Traveling Tinggal di Purwakarta.

Sore itu Ibu mendekatiku yang sedang duduk di teras, kami tak lagi disibukkan dengan berjualan karena para santri sedang liburan. Inilah saat yang ditunggu. Mendengar kisah masa muda Ibu.

“Allah pasti mengabulkan doa kita, Ra,” ujarnya memecah kebekuan.

“Tentu, Bu,” jawabku.

“Ibu selalu mensyukuri apa yang telah kita jalani saat ini, terlebih karena Ibu mendapatkan Ayahmu,” ujarnya.

Ini menarik, gumamku dalam hati.

“Saat mondok dahulu, Ibu pernah ikut haul mama Sempur. Ibu ke sana naik andong dengan 4 teman Ibu. Di jalan, Ibu melihat seorang pria yang kemudian Ibu ketahui ia adalah Ustadz Ahyar. Ia berjalan keluar teras rumahnya sambil membawa kitab. Dalam hati Ibu berdoa, semoga ibu punya suami seperti ustadz tersebut, jago bahasa arab,” cerita Ibu padaku.

Aku langsung sumringah mendengar ceritanya. Karena aku tahu, Ayah adalah sosok yang diinginkan oleh ibu. Ya, bisa bahasa Arab.

Sejenak, aku Ibu tersenyum lebar. Ia lalu melanjutkan ceritanya.

“Dulu Ibu malu mengatakan pada orang-orang ingin punya suami pintar bahasa arab. Ibu hanya berani menceritakannya dalam doa. Jika saat itu nenekmu tahu keinginan ibu, beliau pasti marah,” kenangnya.

“Kenapa harus marah, bu?” aku semakin penasaran.

“Karena beberapa kali Ibu dilamar, Ibu tak menjawabnya. Padahal, saat itu, teman seumuran sudah menikah semua,” jelasnya.

“Kita harus selalu mengucapkan hal-hal baik. Karena kita tak pernah tau ucapan mana yang akan dikabulkan oleh Allah. Intinya, ucapan itu doa. Maka berucaplah yang baik,” ujarnya sambil mengelus pundakku.

“Ibu hanya mengucapkan doa itu berulang-ulang, tapi saat ayahmu melamar, ibu sama sekali tidak tahu ia bisa bahasa Arab. Tapi pada akhirnya, semua kriteria yang ibu inginkan, ada pada ayahmu,” ucap Ibu.

Dari cerita Ibu, aku semakin yakin, bahwa Allah pasti mengabulkan doa kita. Hanya saja, kita harus mau bersabar dan tetap berhusnudzon pada Nya.

Loading...

Pembicaraan pun berakhir, karena Ayah mulai mendekati kami. Aku bersyukur melihat mereka. Belajar tentang mengarungi rumah tangga dari mereka. []

 

Sumber: Islampos



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline