Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Anak Lelaki yang Makan bersama Ayahnya di Restoran

0

Suatu malam, seorang anak membawa ayahnya ke restoran. Setelah duduk di sana, si anak memanggil pelayan dan memesan makanan.

Karena sudah tua dan lemah, sang ayah makan sambil menumpahkan makanan ke pakaiannya sendiri. Melihat itu, para pengunjung di restoran itu merasa jijik.

Tapi si anak lelaki itu tampak tenang dan setiap kali ada makanan yang jatuh oleh ayahnya, ia langsung mengambilkannya. Tidak sedikitpun terlihat si anak tersebut malu dengan semua ini.

Setelah mereka selesai makan, anak laki-laki tersebut dengan tenang membawa ayahnya untuk mencuci tangan, menyeka makanan yang dijatuhkan di baju dan celana, menyisir rambut sang ayah dan memasangkan kacamatanya.

Ketika mereka selesai membersihkan diri, semua pengunjung yang duduk di tempat makan itu menyaksikan mereka dalam keheningan dan tidak dapat memahami bagaimana seseorang bisa mempermalukan diri mereka sendiri di depan umum seperti itu.

Si anak membayar tagihan dan mulai berjalan keluar restoran bersama ayahnya.

Pada waktu itu, salah satu pengunjung yang sudah cukup tua memanggil anak muda tersebut dan berkata, “Nak, kamu tidak merasa ketinggalan sesuatu?”

Anak muda itu menjawab, “Tidak, Pak, saya rasa tidak…”

Si orang tua itu menjawab, “Ya, engkau sudah meninggalkan sesuatu di sini. Engkau telah meninggalkan pelajaran untuk setiap anak dan harapan untuk setiap ayah .. ”

Moral:
–  Ketika kita kecil dan melakukan hal-hal konyol di depan umum, orang tua kita tidak pernah merasa malu karenanya. Lalu mengapa anak-anak tidak membawa orang tua mereka keluar di depan umum dan menghabiskan waktu bersama mereka tanpa merasa malu?

– Selalu cintai dan rawat orang tua Anda saat mereka Tua. Kita harus belajar menghormati dan merawat orang tua saat mereka sangat membutuhkannya. Jangan pernah membuat mereka merasa tidak diinginkan karena merekalah yang selalu mencintai kita tanpa syarat sepanjang hidup mereka bahkan ketika kita melakukan kesalahan. []



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline