Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Aborsi, Ini Sebabnya Legal di Afrika Selatan, tapi …

0

Nyaris 20 tahun sejak Choice on Termination of Pregnancy Act disahkan di Afrika Selatan. Undang-undang ini secara resmi mengesahkan aborsi di negara tersebut.

Sejak saat itu, angka kematian wanita yang menjalani aborsi terus terus hingga sebesar 91%. Lebih dari 90.000 aborsi legal dilakukan di Afrika Selatan pada tahun 2015 (tahun terakhir dimana data tersedia), demikian seperti dilansir oleh womenshealthsa.co.za.

Di Afrika Selatan seorang wanita dapat mengakhiri kehamilannya dengan alasan apapun sampai minggu ke-12. Aborsi ini bisa dilakukan oleh perawat atau bidan yang terdaftar. Antara 12-20 minggu kehamilan, wanita hanya diperbolehkan untuk mengakhiri kehamilan mereka jika akibat pemerkosaan, inses atau jika kesehatannya berisiko.

Aborsi ini harus dilakukan oleh dokter medis. Setelah 20 minggu, penghentian hanya diperbolehkan jika kesehatan perempuan berisiko, dan ini harus dilakukan di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

Meskipun aborsi legal dilakukan di Afrika Selatan, dokter dan perawat tidak berkewajiban untuk menawarkan layanan ini. Akibatnya banyak dokter dan perawat menolak melakukan aborsi karena alasan moral. Kurangnya klinik aborsi legal terdaftar di wilayah tertentu, ditambah dengan stigma seputar prosedur ini mengapa 50% perempuan Afrika Selatan memilih untuk melakukan aborsi ilegal.

Aborsi ilegal atau aborsi ‘backstreet’, seperti yang mereka rujuk, seringkali tidak aman, dan dapat menyebabkan luka dan kematian. Karena itulah penyedia layanan kesehatan reproduksi terdaftar, Marie Stopes merekomendasikan untuk menggunakan klinik aborsi legal. Menurut praktisi kesehatan mereka, ada korelasi kuat antara keselamatan prosedur dan legalitas klinik. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline