Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Malam Pertama

0

 

Hati Muhammad Baqir berbunga-bunga, bibirnya mengembang senyum bahagia.

Hari itu seorang wanita jelita telah sah menjadi istrinya.

Sekarang malam pertama yang istimewa. Taburan bunga rindu, kasih sayang, dan cinta berpadu menjadi satu. Uuh, indahnya.

”Malam ini engkau milikku dan aku milikmu, Sayang!”

Namun tak dapat dipungkiri, Muhammad Baqir amatlah lelah setelah seharian menerima tamu undangan.

Satu persatu mereka mengucapkan selamat dan membisikan doa kebarakahan dalam pernikahan.

Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a baina kumma fi khair.
Ya. Muhammad Baqir merasa lelah. Karena itu, ia ingin segera masuk kamar dan bercanda ria dengan istrinya. Ingin melepas penat bersama bidadarinya.Oh, sungguh bahagia.

Ia bergegas menuju kamar, menuju peraduan cinta yang mulia. Di sana sang istri pasti sedang menanti dengan debaran labirin hati, memadu rindu yang kian menggebu dalam kalbu.

Sunggingan senyum kebahagiaan terukir dibibirnya, memendarkan rasa lelah yang membiasi wajahnya. Istriku, kebahagiaan akan kita raih bersama.

Semakin tak sabar ingin berjumpa dengan istrinya. Dan ketika berada di pintu kamar, ia berhenti seketika. Ia urungkan niat menemui istrinya saat ini.

Mengapa?

Ternyata di dalam kamar, sang istri masih dikerumuni oleh saudari-saudarinya yang berkunjung ke rumahnya.

Beliau mengubah arah langkahnya, menuju kamar sebelah dan membaca buku sambil menunggu saudari-saudari istrinya pulang.

Ulama cerdas ini menelusuri huruf demi huruf, kata demi kata, lembar demi lembar, dan bab demi bab. Ia terus membaca, membaca, dan membaca.

Ia asyik dalam pengembaraan budaya baca yang memesona. Mendalami ilmu untuk bekal kehidupan. Membaca dan terus membaca, hingga akhirnya terdengar seruan dari masjid dekat rumahnya.

Loading...

Allahu akbar! Allahu akbar!

Hayya ‘alasshalah..
Hayya ‘allal falah..

Adzan Shubuh berkumandang.

Astaghfirullahal ‘adzim. Tanpa banyak bicara ia segera melangkah menuju kamar pengantin, matanya menangkap sosok bidadari yang tengah terlelap dalam tidurnya. Anggun bak seorang putri, indahnya wajah bermandi seri.

Istriku!

Ah, apa mau dikata waktu shubuh telah tiba.

Ini kisah luar biasa. Karena teramat cintanya pada ilmu, terbiasa membaca, sehingga lupa kepada istri.

Ulama besar, terhormat, dan haus ilmu itu selama membaca tak menyadari bahwa waktu terus bergulir.

Ketika saudari-saudari istrinya pulang, ia hanyut dalam indahnya telaga ilmu.

Pun ketika sang istri menanti dengan penuh harap dan cinta, ia kian terpesoa dengan ilmu yang tengah diselaminya.

Masyaallah!

Begitulah kecintaan para ulama terhadap ilmu, mereka menggalinya melalui membaca dengan semangat luar biasa.
Tentu kita tidak harus sama persis seperti pengalaman Muhammad Baqir, tapi kisah ini menjadi inspirasi untuk menggenjot semangat diri. Bahwa membaca merupakan urusan yang penting dalam rangka menimba ilmu.

“Bacalah dengan asma Rabbmu Yang Maha Pemurah.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS al-Alaq [96]: 1-5) []



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline