Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Miss V Gatal, Apa Sebabnya ya?

0

Rasa gatal pada vagina adalah gejala yang tidak nyaman dan terkadang menyakitkan yang sering terjadi karena iritasi, infeksi, atau menopause. Bisa juga terjadi akibat kelainan kulit tertentu atau penyakit menular seksual (PMS). Dalam kasus yang jarang terjadi, gatal vagina bisa terjadi karena stres atau kanker vulva.

Sebagian besar gatal vagina bukanlah penyebab kekhawatiran. Namun, Anda harus menghubungi dokter atau ginekolog jika rasa gatalnya parah. Dokter akan bisa menentukan penyebab gatal vagina Anda melalui pemeriksaan dan pengujian. Mereka juga dapat merekomendasikan perawatan yang tepat untuk gejala yang tidak nyaman ini.

Gatal di daerah kewanitaan umumnya karena iritasi yang disebabkan banyak hal. Yang paling sering, karena penggunaan sabun untuk daerah kewanitaan. Sebenarnya daerah tersebut memiliki mekanisme sendiri untuk membersihkan diri, sehingga tidak perlu lagi tambahan sabun. Ditambah lagi, sabun kewanitaan juga memiliki wangi yang semerbak dan dampaknya membuat iritasi makin bertambah.

Iritasi dan alergi juga bisa disebabkan karena pewangi rendam atau semprot pada celana dalam, juga penggunaan panty liner setiap hari—apalagi yang wangi atau yang disebut-sebut sebagai herbal. Faktor lainnya, bisa jadi karena jamur, virus, dan infeksi saluran kemih.

Periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin, apakah gatal yang dirasakan di daerah kewanitaan itu di bagian luar atau dalam. Cek pula urine pada laboratorium untuk memperjelas penyebab.

Sementara itu, minumlah air putih minimal delapan gelas per hari. Fungsinya agar urine lebih encer dan tidak terkonsentrasi, sehingga kuman tidak berkembang biak lebih banyak. Gunakan pula celana dalam bahan katun. Jangan basuh daerah vagina dengan air panas karena akan menyebabkan daerah tersebut semakin lembap. Penggunaan minyak kayu putih justru memperparah kondisi.

Perhatikan pula saat setiap ke toilet umum. Siram WC sekali sebelum digunakan agar kuman dan virusnya tidak muncrat saat kita buang air, baik itu toilet duduk maupun jongkok. Juga pada toilet eco washer yang memiliki pancuran basuh dari belakang. Jika anus masih banyak kuman dan proses pembersihan setelah buang air kecil tidak pas, maka kuman dari anus dapat terbawa ke vagina. Yang paling baik, usai buang air kecil, basuhlah dari arah depan ke belakang. []

Sumber: Ummi-Online



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline