Breaking News
myegolddinar.blogspot.com

Hukum Menjual Mahar Pemberian Suami

Mas kawin atau mahar merupakan sesuatu yang diberikan oleh laki-laki untuk mempelai perempuannya sebagai salah satu syarat pernikahan. Sebagaimana firman Allah, “Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh dengan kerelaan. Namun jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan kerelaan, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (QS. An-Nisa: 4)

Mahar adalah hak seorang perempuan. Status kepemilikannya adalah 100% milik istri. Siapa pun tidak memiliki hak terhadap mahar tersebut. Baik Suami, mertua, bahkan orang tua sang perempuan tidak memiliki wewenag untuk mengambilnya.

Sebagaimana menurut Ibn Hazm, “Tidak halal bagi ayah seorang gadis, baik masih kecil maupun sudah besar, juga ayah seorang janda dan anggota keluarga lainnya, menggunakan sedikit pun dari mahar putri atau keluarganya. Dan tidak sorang pun yang kami sebutkan di atas, berhak untuk memberikan sebagian mahar itu, tidak kepada suami baik yang telah menceraikan ataupun belum (menceraikan), tidak pula kepada yang lainnya. Siapa yang melakukan demikian, maka itu adalah perbuatan yang salah dan tertolak selamanya.”

Tetapi apabila pihak perempuan secara ikhlas memberikan kewenangan kepada suami, anak, mau pun orang tuanya untuk menggunakan mahar tersebut maka itu menjadi haknya untuk memberi kewenangan kepada orang lain. Dan orang yang diberikan kewenangan tersebut boleh menggunakan pemberian dari perempuan itu.

Karena sifat mahar adalah milik pribadi seorang perempuan ia pun boleh menjual atau menggunakannya sesuai kehendaknya. Apabila ada ibu mertua atau saudara dari pihak laki-laki meminjam mahar tersebut maka mereka harus menggantinya .

Ada yang berkata bahwa mahar tidak boleh dinikmati oleh pihak laki-laki apabila ia dijual. Sebenarna hal itu tidak benar. Pihak laki-laki boleh saja turut serta menikmati mahar yang ia berikan apabila sang istri mengizinkannya. []

Sumber: Ummi Online



Artikel Terkait :

About Mila Zahir

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan