Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Muslimah, Milikilah Tiga Kemuliaan Ini

0

Ukhi, ketika mendengar kata perempuan, mungkin yang muncul dalam benak sebagian banyak orang adalah kata “lemah, cengeng, manja” dan lain sebagainya. Faktanya, Ukh, memang hal ini adalah persepsi yang sudah terbentuk sejak lama di masyarakat.

Sebenarnya, jika kita melihat kepada sejarah, dan menelisik sosok perempuan lebih mendalam, kita akan menemukan sebuah kemuliaan dibalik kata perempuan ini. Kemuliaan ini ada pada kedudukannya paling tidak di tiga hal.

1. Kedudukannya sebagai seorang anak

Teladan dalam hal ini adalah Fatimah Az-Zahra yang melayani dan mendukung orang tuanya dalam kondisi apapun. Ia dijuluki ‘Ummu Abiha’ – ‘ibu dari Ayahnya’ karena pengabdian mengurus sang ayah saat ibunda telah tiada.

Menjadi anak shalihah saat orang tua masih hidup, dan menjadi pengucap doa dan ‘perpanjangan amal’ asat mereka telah meninggal.

2. Kedudukannya sebagai seorang istri

Khadijah adalah sebaik-baik tauladan seorang istri. Ia bisa memberikan cinta, rasa nyaman, pengorbanan, dan kenangan yang tak tergantikan dalam memori suaminya (Rasulullah SAW).

Bahkan sepeninggalnya, ketika Rasulullah telah diberi ganti dengan para istri setelah Khadijah sekalipun, kedudukan Khadijah tak tergeser seinci pun dalam relung Sang Rasul.

3. Kedudukannya sebagai seorang ibu

Menjadi istri dan ibu yang hebat sekaligus adalah dambaan setiap wanita. Namun terkadang, takdir pernikahan tak sejalan dengan apa yang direncanakan.

Jika wanita tak mampu tampil sebagai istri idaman suami, maka jangan pernah gagal menjadi sosok ibu bagi anak-anaknya. Tengoklah Asma’ binti Abu Bakar. Ia mungkin saja tak mampu bertahan dalam badai rumah tangganya dengan Zubair bin Awwam.

Ia mungkin tak mampu bersaing dengan kecantikan dan kemolekan Atiqah hingga membuat suaminya lebih menunjukkan kecondongan pada istri keduanya itu. Perceraian pun akhirnya ditempuh meski pada kenyataannya ia telah mendampingi suaminya selama 28 tahun.

Mungkin, orang akan berkata ia gagal mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Tapi sejarah mencatat bahwa ia tak pernah gagal menjadi sosok ibu yang tangguh dalam membangun karakter dan mendidik anak-anaknya. Tengoklah buah didikannya yang terpancar dalam diri salah seorang anaknya, Abdullah bin Zubair. []

 

Sumber: Voa Islam



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline