Breaking News
Foto: Pinterest

Ini, Ternyata Perhiasan Muslimah

Umumnya orang tahu bahwa yang disebut dengan perhiasan adalah suatu barang yang mewah. Contohnya gelang, kalung atau cincin emas. Namun, dalam bahasa Arab lazim disebut dengan istilah zînah.

Cakupan pengertian perhiasaan tidak terbatas pada barang-barang yang mewah atau yang dipakai. Akan tetapi, juga mencakup segala perbuatan untuk memperindah diri. Mengenakan perhiasan termasuk masalah duniawi, sehingga hukum asalnya, semua boleh kecuali yang dilarang.

Nah, apa saja perhiasan yang dibenarkan bagi wanita muslim atau muslimah?

1. Mencuci rambut, meminyaki dan menyisirnya.

2. Membersihkan gigi dengan siwak atau sikat gigi.

3. Mengenakan pakaian indah di hadapan suami. Adapun di hadapan orang lain, ia mengenakan pakaian yang menutupi aurat, bermodel biasa, dan tidak menarik perhatian.

4. Memakai minyak wangi pada tubuh atau pakaiannya untuk suaminya. Tapi, ia tidak boleh memakai wewangian pada waktu keluar rumah, berkabung, dan dalam kondisi ihram. Larangan memakai wewangian bagi wanita bila keluar rumah berdasarkan hadits berikut:

عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِيَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِي زَانِيَةً

Dari Abu Musa Radhiyallahu anhu , dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Setiap mata itu berzina. Dan jika seorang wanita memakai wewangian lalu ia melewati sekelompok laki-laki, maka dia (wanita itu) telah begini dan begitu. Maksudnya telah berbuat zina,” (HR. At-Tirmidzi, no. 2786; dan lainnya).

Maksudnya, setiap mata yang melihat wanita yang bukan mahram dengan syahwat, berarti mata itu melakukan perbuatan zina mata. Dan seorang wanita yang memakai wewangian agar aroma wanginya tercium oleh pria-pria yang dilewati berarti wanita itu telah membangkitkan syahwat mereka dan memancing untuk melihatnya. Orang yang terpancing untuk melihat berarti telah melakukan perbuatan zina mata. Dan si wanita itu, karena dia menjadi penyebab terjadinya zina mata, maka dia telah berbuat dosa atas tindakannya itu. (Lihat Tuhfatul Ahwâdzi Syarh Sunan Tirmidzi).

5. Bercelak mata, namun tidak boleh dilakukan ketika sedang menjalani masa berkabung.

6. Menyemir rambut dengan selain warna hitam, tanpa menyerupai atau meniru gaya orang-orang kafir atau fasiq.

7. Menggunakan inai pada kuku.

8. Memakai kosmetik, namun hanya boleh ditampakkan pada orang yang diizinkan oleh Allah Azza wa Jalla dan bahan-bahannya tidak membahayakan. Banyak keterangan yang menyatakan bahwa sebagian bahan-bahan kosmetika mengandung unsur yang berbahaya. Jika demikian kenyataannya, maka harus dihindari.

9. Mengenakan perhiasan dari emas dan perak, seperti cincin, gelang tangan, anting, dan kalung. Juga boleh memakai gelang kaki untuk suaminya di rumah. Tapi, itu dilarang untuk ditampakkan kepada laki-laki yang bukan mahram dan tidak boleh menghentakkan kakinya di depan laki-laki. (Lihat Shahîh Fiqih Sunnah 3/52-70 dan lain-lainnya). Wallahu a’lam. []

Sumber: almanhaj.or.id



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

Dua Macam Kebaikan yang Harus Dipahami

kebaikan yang dilakukan untuk mendapatkan kerihdaan manusia, misalnya karena ingin mendapatkan uang, atau yang bersangkutan dengan hal duniawi tidak ada sangkut pautnya dengan urusan akhirat atau mencari Ridha dari Allah SWT, maka balasan yang akan kita dapatkan tentu saja dari manusia juga.

Tinggalkan Balasan