Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bimbinglah Anak Berdoa Ketika Dengar Petir Bund!

0

Sebagai orang tua, kita harus mengajarkan anak agar tidak takut saat mendengar petir. Dan membiasakan diri kepada mereka agar berdoa ketika mendengar suara petir.

Berdoa harus kita terapkan kepada anak. Sebab, dengan berperilaku seperti ini, melatih seorang anak untuk menyadarkan dirinya. Maksudnya, menyadarkan bahwa ia adalah seorang makhluk yang sangat bergantung kepada Tuhannya. Tugas orang tua, terutama seorang ibu yang sangat dekat dengan anak, ajarkanlah ia untuk berdoa kapan pun dan dalam keadaan apapun. Termasuk ketika mendengar suara petir.

Ketika cuaca mendung dan terdengar suara petir, sebagian anak merasa takut, bahkan menangis. Nah, kita bisa memberikan pemahaman kepadanya agar tidak takut. Seraya mengajaknya berdoa, “Mahasuci Allah yang mana petir pun bertasbih kepada-Nya dengan memuji-Nya, demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya,” (HR. Malik).

Disebutkan, bahwa ketika ada petir, Ibnu Zubair terdiam, kemudian mengucapkan doa tersebut. Kita memberikan pemahaman kepada anak, bahwa petir itu juga makhluk Allah SWT. Petir bisa berbunyi menggelegar seperti itu, juga atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT.

Memang, acapkali petir menyambar pohon kelapa, bahkan menyambar manusia. Tentang manusia yang terkena sambaran petir, Allah SWT telah memberitakan, yakni terhadap kaum-kaum yang berdosa. Kaum-kaum yang telah Allah SWT peringatkan dengan mengutus rasul-Nya, tapi mereka tetap saja ingkar.

Kaum Madyan yang suka mengurangi timbangan dan takaran, oleh nabiyullah Syuaib telah diperingatkan. Namun, mereka tidak menggubris. Allah SWT pun menghukum mereka dengan sambaran petir.

Demikian pula dengan kaum Tsamud yang telah diperingatkan agar tidak mengganggu si unta betina. Ketika mereka melanggar peringatan nabi Shaleh kemudian membunuh unta itu, Allah pun menghukum mereka dengan sambaran petir, sehingga mayat-mayat mereka bergelimpangan.

Allah SWT menjelaskan dalam surat Al-Ankabut ayat 40, “Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya. Maka, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”

Prinsipnya, kita mengajari anak agar tidak takut terhadap petir. Ketika terdengar petir, kita membiasakan agar anak mengingat Allah, kemudian berdoa. []

Referensi: Orang Tua Hebat Melahirkan Anak Hebat/Karya: Fadlan al-Ikhwani/Penerbit: Al-Qudwah Publishing



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline