Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Apa Perempuan Ditakdirkan Hanya untuk Menunggu saja?

0

Sudah sangat wajar jika lelaki datang kerumah perempuan untuk meminang. Jika memang sang lelaki sudah mantap dengan keyakinannya, karena melihat perempuan tersebut sholehah dan pantas untuk menjadi ibu dari anak-anaknya kelak. Maka tidak ada masalah jika sang lelaki menawarkan diri pada perempuan tersebut, dengan kata lain meminangnya.

Lalu, bagaimana dengan perempuan? Apakah kita sebagai perempuan hanya bisa menunggu dan berdoa saja sedangkan disana ada laki-laki sholeh yang kita pikir dia mampu menjadi imam yang baik dalam rumahh tangga. Ada yang menyebutkan bahwa wanita memiliki dua pilihan, yaitu memilih jalan seperti Siti Khodijah yang melamar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam atau seperti Fatimah yang menunggu dilamar oleh Ali bin Abi Thalib.

Apakah kita sebagai perempuan memang diciptakan untuk menunggu dilamar oleh lelaki ataukah kita boleh mengajukan permintaan pada lelaki yang kita kehendaki?

Diriwayatkan oleh Anas Radhiyallahu Anhu, ia berkata “ Telah datang seorang wanita kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan menawarkan diri kepadanya dan berkata ‘Wahai RAsulullah, apakah engkau berhajat kepadaku?’ “ Ketika menceritakan hadist diatas anak perempuan dari Anas Radhiayallahu Anhu mengatakan “Sungguh sedikit malu perempuan itu dan buruk akhlaknya.” Anas Radhiayallahu Anhu menjawab ”Sesungguhnya dia itu lebih mulia dan baik darimu karena dia mencintai Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan menawarkan dirinya demi kebaikan,” (HR. Al-Bukhari).

Hadist diatas menunjukan bahwa, perempuan juga boleh meminta laki-laki sholeh untuk menikahinya. Akan tetapi yang melakukan lamaran tetaplah dari pihak laki-laki. Hal ini dikarenakan banyak sumber yang menyebutkan bahwa laki-laki lah yang datang untuk melamar seorang wanita.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yang suaminya telah meninggal dan masih dalam iddah) itu dengan sindiran atau kamu menyembunyika (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu,” (Q.S Al-Baqarah: 235). Walahua’lam bishowab.[]

Sumber: Dailymoslem



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline