Breaking News
Picture: Ukhti Indonesia

Kriteria Calon Istri, Al-Khawarizmi Jawab dengan Rumus Ini

Anda tentu mengenal dengan ilmuwan Islam penemu angka 0 ini bukan? Ya, dialah Al-Khawarizmi. Dia dikenal sebagai Bapak Matematika atau Bapak Aljabar. Sosoknya selalu dikenang sepanjang masa. Dan ia adalah salah satu orang yang membuktikan bahwa Islam juga memiliki orang-orang cerdas dan berpengaruh bagi kehidupan manusia.

Nah, kecerdasannya dalam ilmu matematika, membuatnya bisa membuat rumus-rumus tertentu untuk menyelesaikan suatu masalah. Salah satunya dalam memilih calon istri. Bagaimana bisa? Ya, dalam Islam telah dijelaskan mengenai kriteria-kriteria dalam memilih calon istri. Kemudian ada yang bertanya mengenai calon istri yang baik padanya. Dan Al-Khawarizmi menjawabnya dengan sebuah rumus, yang bisa ia kaitkan dengan kriteria tertentu dalam Islam. Seperti apakah rumusnya?

Agama itu nilainya 1, sedangkan hal lain nilainya 0.
Jika wanita itu shalihah dan baik agamanya, maka nilainya 1
Jika dia cantik, tambahkan 0 di belakangnya. Jadi nilainya 10
Jika dia kaya, tambahkan 0 lagi di belakangnya. Jadi nilainya 100
Jika dia keturunan orang baik-baik dan terhormat, tambahkan 0 lagi. Jadi nilainya 1000
Sebaliknya jika dia cantik, kaya dan nasabnya baik tetapi tidak punya agama, nilainya hanya 0.
Berapapun 0 dihimpun, ia tetap 0

Demikianlah jawaban hebat dengan matematika. Al-Khawarizmi mengajarkan kepada kita, mencari istri hendaklah menjadikan agama sebagai pertimbangan utama. Jika agamanya baik, maka kelebihan-kelebihan yang lain akan menjadi kebaikan yang berlipat ganda. Namun jika agamanya tidak ada, tidak berguna segala kelebihan wanita.

Yang dimaksud dengan agama bukanlah sekadar pengetahuan. Bukan pula latar belakang pendidikan jurusan agama. Tetapi pemahaman dan pengamalannya. Agamanya baik, artinya ia memahami agama dan mengamalkannya. Agamanya baik, artinya akhlaknya baik. Agamanya baik, artinya karakternya baik.

Wanita cantik dan agamanya baik, ia akan menggunakan kecantikannya untuk melayani suami. Persis seperti gambaran istri membahagiakan dalam hadis Nabi; jika dipandang ia menyenangkan. Maka ketenangan dan kebahagiaan pun memenuhi kehidupan pernikahan.

Wanita kaya dan agamanya baik, ia akan menggunakan kekayaannya di jalan kebaikan. Seperti bunda Khadijah, ia membantu suami berdakwah, ia menggunakan hartanya untuk perjuangan Rasulullah.

Wanita dari nasab terhormat dan agamanya baik, ia menjadi kehormatan tersendiri bagi suami. Dan juga menjadi saham yang baik bagi anak-anaknya nanti.

Maka jika Anda bertanya wanita manakah yang terbaik untuk menjadi istri, sesuai rumus Al-Khawarizmi, jawabannya adalah pertama-tama carilah wanita shalihah barulah Anda perhitungkan kelebihan-kelebihan lainnya. []

Sumber: keluargacinta.com

About Mila Zahir

Check Also

Dua Macam Kebaikan yang Harus Dipahami

kebaikan yang dilakukan untuk mendapatkan kerihdaan manusia, misalnya karena ingin mendapatkan uang, atau yang bersangkutan dengan hal duniawi tidak ada sangkut pautnya dengan urusan akhirat atau mencari Ridha dari Allah SWT, maka balasan yang akan kita dapatkan tentu saja dari manusia juga.

Tinggalkan Balasan