Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Saudariku, Kikislah Rasa Benci dan Dendam

0
Salah satu efek buruk dari kebencian dan kedendaman adalah menghilangkan kejujuran kita melihat kelebihan dan kebaikan orang yang dibenci. Ketika kita sudah benci kepada seseorang, apa pun yang dilakukannya niscaya selalu buruk. Jangankan melakukan perbuatan tercela, salat sekali pun akan dipandang buruk.

Bagaimana cara menghilangkan kebencian dan dendam di hati? Terus terang, saya sangat benci kepada seseorang karena dia pernah menyakiti saya. Memang, dia pun pernah melakukan sejumlah kebaikan. Saya akui itu. Saya juga berusaha mengingat-ingat kebaikannya. Namun, setiap kali mengingat kebaikan, justru kebencian saya kepadanya semakin besar. Mohon masukannya, ya teh. Terima kasih.

Semoga Allah, Zat Yang Mahakuasa membolak-balikkan hati, berkenan membalikkan hati-hati yang penuh kebencian dengan hati penuh kasih sayang. Hati penuh dendam dengan hati yang penuh pemanfaatan.

Saudariku, kebencian dan dendam termasuk hal yang sangat merugikan diri sendiri, menghilangkan kebahagiaan, dan menumbuhsuburkan aneka keburukan. Itulah mengapa, Rasulullah saw berpesan agar kita jangan marah dan dendam. Pesan beliau diulang sampai tiga kali. Hal ini menunjukkan betapa buruk kebencian atau dendam tersebut.

Salah satu efek buruk dari kebencian dan kedendaman adalah menghilangkan kejujuran kita melihat kelebihan dan kebaikan orang yang dibenci. Ketika kita sudah benci kepada seseorang, apa pun yang dilakukannya niscaya selalu buruk. Jangankan melakukan perbuatan tercela, salat sekali pun akan dipandang buruk. Kebencian juga menghalangi ilmu dan kebaikan yang datang dari orang yang kita benci.

Sesungguhnya, setiap orang memiliki peluang berbuat kesalahan. Apakah kita termasuk orang yang bersih dari kesalahan kepada orang lain? Tentu saja tidak. Itu artinya kita pun pasti pernah berbuat salah. Maka, seandainya ada orang yang membenci dan mendendam kepada kita, bagaimana rasanya? Tentu sangat tidak nyaman. Sekarang, kita dapat membaliknya. Orang lain pun tidak nyaman ketika kita benci kepadanya, sebagaimana tidak nyamannya kita kepadanya. Maka, “Kawan seribu masih kurang, tapi musuh seorang sudah sangat banyak.”

Jawab teh Ninih:
Pertama, untuk menghilangkan kebencian dan dendam, ingat-ingat dan pahamilah betapa buruknya seorang pendengki, pemarah, pembenci, atau pendendam. Tulislah apa saja keburukan dari memperturutkan kebencian dan memelihara dendam di dalam hati. Lalu, apa saja manfaat dari berlapang dada dan memaafkan, khususnya yang dari al-Quran dan hadis Nabi. Semakin kita paham buruknya dendam dan baiknya memaafkan, maka kita terpacu untuk berubah.

Kedua, mohonlah kepada Allah Ta’ala agar Dia berkenan menghilangkan kebencian tersebut di hati kita. Sesungguhnya, Allah adalah Zat Yang Mahakuasa membolak-balikkan hati. Dia Mahakuasa menciptakan alam semesta beserta isinya, maka untuk membolak-balikkan hati kita teramat mudah bagi-Nya. Kita dapat mendawamkan salah satu doa dalam al-Quran:

Rabbanaghfir lanaa wa li’ikhwaani-nalladziina sabaquuna bil iimaani wa laa taj`al fii quluubinaa ghillal-lil-ladziina aamanuu rabbanaa innaka ra’uufur-rahiim. (Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hasyr [59]: 10)

Ketiga, lakukan sesuatu yang paling berat kita lakukan terhadap dirinya. Misal, dendam atau benci kepada mertua. Awal bulan saat sudah gajian, beli makanan terenak, lalu hadiahkan kepada mertua plus uang sakunya. Mau senang mau tidak, mau pakai hati mau tidak, yang penting datang dulu.

Insya Allah, lambat laun akan hilang kebencian dari hati kita. “Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan, dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku,” (QS. al-Mu’minûn [23]: 96-98). []

 

Sumber: Darut Tauhid



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline