Breaking News
Foto: www.justinvogue.com

Perkembangan Sang Buah Hati Tergantung Media Online?

Saat ini perkembangan digital sudah sangat tak terbendung, berbagai informasi dapat dengan mudah kita dapatkan melalui internet.

Foto: www.justinvogue.com

Bahkan internet saat ini sudah dimanfaatkan banyak orang untuk menyampaikan propaganda yang dapat memengaruhi opini publik.

Media online menjadi alat yang paling efektif untuk kita bisa mengetahui apa saja yang terjadi di seluruh belahan dunia ini.

Tak perlu memerlukan tenaga dan materi yang banyak, cukup satu kali klik di internet, kita sudah
disuguhkan oleh seluruh informasi yang kita cari.

Tetapi tidak bisa di pungkiri bahwa media begitu besar manfaatnya dilain sisi mempunyai mudhorat juga.
Dengan media memang begitu mudah kita mengetahui sebuah berita atau informasi namun dengan media pula kita mudah terprovokasi. Itulah salah satu contoh bahwa faktanya media pun memiliki sebuah celah kekhilafan.

Media dan Anak

Disini yang paling kita soroti adalah dampak media terhadap kembang tumbuh anak. Karena usia anak-anak adalah kondisi dimana rasa ingin tahu begitu besar dan otak sangat mudah menyerap informasi, baik itu yang baik maupun yang tidak baik.

Maka hendaknya lebih selektif dalam memilih tontonan bagi buah hati anda. Karena dewasa ini pertumbuhan otak anak tergantung dari apa yang dia liat baik di terlevisi, internet maupun langsung di lingkungan.

Lantas, apa hubungannya media dengan pola fikir anak? Media dan anak memiliki hubungan yang erat, sebab media memiliki peranan penting dalam membentuk karakter anak.

Contohnya ketika anak menonton tayangan perkelahian, biasanya ia akan meniru adegan-adegan yang ada dalam tayangan tersebut.

Kemudian jika anak menonton sinetron, kemudian ada tutur kata yang kurang elok dalam sinetron tersebut, anak memiliki kecenderungan untuk menirunya.

Ini bukan hipotesis atau opini belaka, tapi ini adalah fakta yang terlihat langsung dalam masyarakat.
Hal-hal diatas sudah sepatutnya di antisipasi oleh orangtua, karena orangtua memiliki peran sentral dalam mengontrol pola pikir dan tingkah laku anak.

Saat yang tepat untuk mengantisipasi hal tersebut adalah sejak dini. Mengapa sejak dini? Karena masa-masa itulah anak berada pada masa peralihan pola pikir yang sangat mudah untuk menangkap informasi di sekitarnya.

Pada masa ini orangtua jangan sampai lepas perhatian, ajarkan anak nilai-nilai agama serta nilai-nilai sosial yang dipandang baik di masyarkat, Agar kelak, ketika anak beranjak remaja, konten-konten media yang kurang pantas untuk anak dapat dicegah oleh dirinya sendiri.

Karena pada usia dini ia sudah mendapat bekal dari orangtuanya. Awasi anak dengan sebaik-baiknya, didiklah mereka dengan akhlak dan nafas islam.

Loading...

Karena semakin kedepan, era digital akan semakin memuncak, dan yang bisa kita lakukan hanyalah terus dekat dengan anak untuk membimbing serta mengarahkan pola fikir anak.

 

Sumber: Jamal Remiharja via voa-islam.com



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam perkembangan, membuat anak lebih rentan jatuh sakit. Apabila si Kecil sering jatuh sakit, proses tumbuh kembang tentunya tidak dapat berjalan dengan optimal.

Tinggalkan Balasan