Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Seorang Wanita ‘Dilahirkan’ Tiga Kali

0

Wanita adalah makhluk yang sangat dimuliakan dalam Islam. Banyak hal yang telah Islam atur hanya untuk melindungi dan memuliakan sosok bernama wanita. Bahkan terdapat salah satu surat bernama An-Nisa’ yang memiliki arti wanita. Bukan tanpa alasan, karena Islam sangat menghormati wanita.

Sama halnya seperti laki-laki dan makhluk lainnya, tugas utama seorang wanita adalah untuk beribadah kepada Rabbnya. Hanya kepada Allah hendaknya kita berserah diri.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Ad-Zariyat: 56).

Ternyata, ada peranan lainnya yang harus dilakukan oleh seorang wanita selama hidupnya. Tidak hanya sekali, seorang wanita bahkan ‘dilahirkan’ tiga kali dalam peranan yang perbeda. Masing-masing peranan wanita tersebut adalah:

Sebagai Anak

Jika banyak negara yang merendahkan kaum wanita, tidak dengan Islam. Islam begitu menyanjung wanita dengan kodratnya yang lembut itu.

“Barangsiapa yang mempunyai tiga orang anak perempuan, dia melindungi, mencukupi, dan menyayanginya, maka wajib baginya surga.” Ada yang bertanya, “Bagaimana kalau dua orang anak wanita wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dua anak wanita juga termasuk.” (HR. Bukhari)

Dan ‘di kelahiran’ yang pertama inilah seorang wanita mencurahkannya hanya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan apa yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS An Nisa: 36).

Sebagai Istri

Selanjutnya ‘kelahiran’ kedua seorang wanita adalah sebagai istri. Posisinya sebagai istri adalah gerbang awal seorang wanita menciptakan lingkungan baru dalam sebuah keluarga. Dan disini peranan seorang wanita adalah untuk berbakti kepada suaminya sebagai imam dalam keluarga.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian.” (QS. Ar-Rum: 21).

“Kesenangan dunia yang paling baik ialah isteri yang saleh, kalau engkau menoleh kepadanya, maka dia membuat engkau merasa gembira dan kalau engkau bepergian, maka ia menjaga nama baikmu.” (HR. Muslim dan Ibn Majah)

Sebagai Ibu

Fase ketiga dalam ‘kelahiran’ itu adalah sebagai seorang Ibu yang menjadi ujung tombak generasi kedepannya. Ia adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Dan dalam tahap ini seorang Ibu adalah seseorang yang sangat Allah muliakan.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14).

Loading...

Begitu berharganya seorang ibu hingga Rosulullah SAW menyebut kata ‘ibu’ tiga kali dibandingkan dengan ‘ayah’ yang hanya satu kali.

Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).  []



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline