Breaking News

Jika Anak Anda Penggemar Kartun, Waspadai Ini

Anak tentu sangat menyukai warna-warna yang mencolok dan gambar-gambar yang menarik. Dan gambaran seperti ia dapatkan dalam serial kartun. Ya, film berupa animasi yang sengaja dibuat untuk anak-anak. Guna menghibur dan menjadi sarana belajar bagi anak.

Banyak film kartun yang menarik perhatian anak. Maka, tak jarang seorang anak enggan beranjak dari tempat ia menonton dalam jangka waktu yang cukup lama. Anda, sebagai orangtua perlu hati-hati. Sebab, jika anak dibiarkan menonton film kartun terlalu lama, maka akan memberikan dampak yang buruk padanya. Apa sajakah dampak buruk tersebut?

Dalam Boldsky, Kamis 26 Maret 2016 yang kami kutip dari www.rtv.co.id, dampak buruk menonton kartun, yaitu:

1. Bahasa

Kebanyakan kartun ditayangkan tanpa menggunakan bahasa yang tepat alias susunan kata ditampilkan tidak sempurna. Anak yang notabene adalah peniru ulung, tentu akan coba mempraktikan apa yang dilihatnya. Selain tata bahasa, anak juga cenderung akan menirukan perilaku karakter dalam tayangan tersebut.

Meski tidak semua kartun memberi dampak negatif, namun salah satu kartun yang dilarang ditayangkan di Indonesia adalah kartun dengan karakter tikus dan kucing. Serial TV itu dinilai kerap menghadirkan kekerasan satu sama lain.

2. Sosial

Menghabiskan banyak waktu di dalam rumah tidak terlalu baik bagi anak, apalagi bila aktivitasnya hanya disibukkan dengan menonton kartun. Bila hal tersebut terjadi, maka anak tidak mengetahui, bahkan tidak mendapat pengalaman di dunia luar. Kedepannya, anak sulit bersosialisasi dengan orang lain. Anak juga akan merasa berbeda serta terisolasi dari anak sebayanya. Padahal mengajak anak beraktivitas di luar rumah, dapat melatih jiwa sosialnya.

3. Makan

Demi mencapai tujuan, yaitu anak menjadi doyan makan, tayangan kartun dinilai dapat menjadi solusi tepat bagi para ibu. Akan tetapi, hal lain yang lebih berbahaya adalah masuknya makanan tidak sehat. Seperti kebiasaan mengonsumsi makanan manis (donat, coklat, dan lain-lain). Oleh karena itu, hindari kebiasaan mengonsumsi makan sambil menonton.

Sungguh berbahaya sekali bukan? Maka, sebagai orangtua, kita harus lebih cermat dan bijak dalam mendidik anak. Jangan kalah dengan tangisannya yang merengek hanya untuk memenuhi keinginannya menonton kartun. Kita bisa saja membolehkannya menonton. Tapi, kita seleksi terlebih dahulu film apa yang baik untuk ditonton. Selain itu, atur waktu menonton bagi anak. Jangan sampai, sepanjang waktu ia habiskan untuk menonton saja. []



Artikel Terkait :

About Eppi Permana Sari

Check Also

Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam perkembangan, membuat anak lebih rentan jatuh sakit. Apabila si Kecil sering jatuh sakit, proses tumbuh kembang tentunya tidak dapat berjalan dengan optimal.

Tinggalkan Balasan