Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Ini Waktu Utama untuk Melaksanakan Shalat Malam

0

Tanya: Kapankah waktu utama untuk melaksanakan shalat malam?

Jawab: diketahui bahwa waktu shalat witir dimulai dari setelah shalat isya sampai terbit fajar. Dengan demikian, waktu shalat witir adalah antara shalat isya dan shalat fajar.

Hal ini ditunjukkan oleh beberapa hadis:

a) Hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat diantara shalat isya hingga fajar 11 rakaat, beliau salam setiap 2 rakat dan shalat witir dengan satu rakaat.”( HR Bukhari: 2031, Muslim: 736.)

b) Hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Setiap malam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat witir, pada awal malam, pertengahan dan pada akhirnya. Waktu shalat witirnya berakhir pada waktu sahur.” (HR Bukhari: 996, Muslim: 735)

c) Ibnul Mundzir rahimahullah berkata, “Dan mereka sepakat bahwa waktu shalat witir adalah antara shalat isya sampai terbit fajar.” (Al Iijma’, hal. 45).

Adapun waktu paling utama untuk melaksanakan shalat malam adalah sepertiga malam setelah tengah malam. Maksudnya, seseorang membagi malam menjadi dua, lalu shalat pada tengah malam kedua, dan pada akhir malam ia tidur lagi. Jadi, ia bangun pada seper-enam keempat dan kelima dan tidur pada seper-enam keenam.

Hal ini berdasarkan hadis Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Dawud, dan shalat yang paling dicintai oleh Allah juga shalat Dawud, ia tidur setengah malam, bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Ia puasa satu hari dan berbuka satu hari.” (HR Bukhari: 3420, Muslim: 1159).[]

Referensi: Hadiah Indah penjelasan Tentang Sunnah-Sunnah Sehari-hari/Karya: Abdullah Hamud al-Furaih/Penerbit: Darussalam



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline