Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Sebenarnya Abu Bakar Tak Meninggalkan Sesuatu Pun untuk Kami

0

Ukhti, Kisah manusia teladan di masa lampau sangat perlu untuk kita teladani. Salah satu diantaranya adalah kisah berikut ini. Kisah ini diceritakan oleh Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Zubair, bahwa bapaknya memberitahukan kepadanya dari neneknya, Asma’ binti Abu Bakar. Yaitu Abu Bakar keluar dengan membawa semua hartanya pada saat hijrah.

Asma’ bekata, “Ketika Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam keluar, Abu Bakar keluar bersamanya dengan membawa semua hartanya sebanyak lima ribu atau enam ribu dirham, kemudian ia berjalan bersamanya.”

Selanjutnya Asma’ berkata, “Kakekku, Abu Quhafah yang telah hilang penglihatannya masuk ke tempat kami, ia berkata, ‘Demi Allah, aku tahu ia telah membuat sedih kalian dengan membawa hartanya.’ Asma’ berkata, “Aku katakan (kepadanya), ‘Tidak wahai kakekku, sesungguhnya ia telah meninggalkan untuk kami kebaikan yang banyak’.”

Asma’ berkata, “Aku mengambil beberapa batu, aku letakkan di sebuah lubang yang ada di dalam rumah di mana bapakku dulu menaruh uangnya di situ. Kemudian aku tutup dengan kain, lalu aku pegang tangannya. Aku katakan kepadanya, ‘Wahai kakekku, letakkan tanganmu di atas harta ini.’ Ia pun meletakkan tangannya, dan berkata, ‘Tidak apa-apa, apabila ia meninggalkan untuk kalian harta ini, ia telah berbuat baik dan ini akan cukup untuk kalian’.”

Asma’ berkata, “Demi Allah, tidak. Sebenarnya Abu Bakar tidak meninggalkan sesuatu pun untuk kami, akan tetapi aku hanya ingin menenangkan hati kakekku dengan batu tersebut.”

Dalam kisah tersebut Asma’ memberikan contoh yang mulia untuk para wanita muslimah secara keseluruhan, dalam bersabar ketika berada dalam kehidupan yang penuh kekurangan, kelaparan dan kekurangan makanan.

Beliau menegaskan bahwa pada saat harta mereka dibelanjakan di jalan Allah, dan demi menolong agama Allah, mereka tidak peduli apa yang akan terjadi pada mereka setelah itu, baik itu derita lapar maupun kekurangan harta benda.

Dalam kitab Shaid al-Kathir karangan Ibnul Jauzi pada saat berbicara masalah wajibnya bersabar dan mengharap pahala pada saat diuji dengan kehidupan yang penuh dengan kekurangan dan lainnya, ia berkata, “Dan yang dapat memudahkan untuk melaksanakan ini semua adalah pengetahuan seorang tentang pahala (yang akan didapat). Dan inilah yang dimaksud Allah Azza wa Jalla…”

Dalam sebaris syair, al-Mutanabbi mengatakan,

Jika kegembiraan kalian adalah apa yang dikatakan oleh orang yang iri kepada kami

Sungguh luka itu tak akan terasa sakit jika kalian ridha dengannya 

Alangkah indahnya yang telah dikatakan oleh Ahmad Muharram,

Kami telah bersabar atas kesengsaraan yang menimpa,

Kesabaran akan meluluhkan batu, dan keberuntungan itu hanyalah bagi orang yang sabar”

Ukhti, semoga kita bisa meneladani sikap Asma binti Abu Bakar dalam bersabar.[]

 

Sumber: muslimah.or.id



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline