Breaking News
Foto: Tristan Savatier

Ini 10 Bahaya Game bagi Anak

Seiring perkembangan zaman, bermain game sangat populer di semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua. Demi menyenangkan anak, orang tua rela membelikan anaknya game serta kadang membanggakan anaknya ketika anaknya berhasil menaklukkan suatu game.

Foto: Tristan Savatier

Ada pula yang berpendapat bahwa dengan lebih baik membelikannya game dari pada anak bermain game di warnet, atau lebih baik bermain game dari pada anak bergaul dengan orang yang tidak baik.

Namun, dengan membelikan anak game dapat menimbulkan kecanduan pada anak. Awalnya memang tidak mengganggu aktivitas atau sekedar hiburan, tapi jika kecanduan dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Kecanduan bermain game mempengaruhi tumbuh kembang anak, di antaranya:

1. Menyebabkan perilaku agresif, terutama bagi anak laki-laki karena kecenderungan memainkan game dengan tema kekerasan.

2. Mengabaikan kebutuhan lain, misalnya belajar, makan, mandi, tidur, dan lebih suka bermain game sendiri di depan komputer atau televisi daripada bergaul dengan saudara atau teman di lingkungan sekitar.

3. Mengganggu kesehatan, berupa gangguan pencernaan, kram tangan dan lain-lain karena sering mengabaikan kebutuhan makan dan istirahat.

4. Memicu masalah emosi, seperti sering marah, murung, merasa sendiri, dan marah ketika mendapat teguran karena terlalu lama bermain game.

5. Mengalami obsesi, yaitu perasaan tertekan ketika tidak bermain sehingga anak terus berpikir tentang game dan ingin bermain untuk waktu yang cukup lama.

6. Mendorong ketidakjujuran, biasanya mengenai waktu dan uang yang telah mereka habiskan untuk bermain game. Mereka melakukan ini karena kebohongan merupakan cara untuk melindungi kesenangan bermain game.

7. Tidak mampu mengendalikan diri, seorang pecandu game awalnya berencana bermain selama satu jam, akan tetapi ia melakukannya selama dua jam atau lebih, bahkan mungkin sepanjang malam. Mereka melakukan ini karena mengalami kesenangan saat bermain dan kehilangan rasa itu saat berhenti. Untuk mengatasi rasa kehilangan itu pecandu memilih bermain game lebih banyak lagi. Proses ini merupakan lingkaran setan seperti yang dialami pecandu rokok, narkotika, dan judi.

8. Memengaruhi otak. Permainan yang terus-menerus dilakukan menjadi pengalaman baru, seperti proses belajar dan mengingat. Pengalaman baru yang menyenangkan dapat memberikan motivasi bagi otak untuk terus melakukannya dan akhirnya menimbulkan perubahan pada struktur dendrit sel-sel di otak.

Perubahan tersebut mengakibatkan masalah pada anak dalam mengontrol perilaku sehari-harinya. Perubahan struktur otak akibat kecanduan game dapat dilihat melalui pemeriksaan MRI (Magnetic Resonansi Imaging). Pecandu game mengalami peningkatan metabolisme glukosa dalam gyrus orbitofrontal kanan tengah, nukleus caudatus kiri, dan insula kanan dari otak, dibanding anak normal.

Maka dari itu, sebagai orang tua khususnya ibu yang lebih sering bertemu dengan anak haruslah berhati-hati dan mengontrol ketika anak sedang bermain game. Apakah anak masih dalam keadaan normal dan tidak mengganggu aktivitas lainnya, ataukah anak sudah kecanduan dalam bermain game. []

Sumber: Ummi-Online.com



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan