Breaking News
Foto: Growing Your Baby

Kalau Anak Marah

Pada saat anak sedang asyik bermain, kadang orang tua khususnya ibu sering kali memanggilnya untuk makan, mandi atau ikut bersamanya pergi. Namun, itu membuat anak menjadi marah ketika waktu bermainnya diganggu. Hal ini sering terjadi dan memang wajar karena anak lebih menyukai dunia bermainnya dari pada harus ikut pergi bersama ibunya ke pasar.

Ada bebarapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang ibu ketika anaknya marah, seperti mengajaknya berbicara. Ibu bisa berkata kepadanya. “Ibu tahu kamu marah. Ibu juga mungkin marah ketika tidak bisa melakukan apa yang ibu inginkan. Tapi kita tidak selamanya bisa melakukan apa yang kita inginkan. Untuk itu, mari sama-sama kita menikmati waktu sebentar untuk pergi berbelanja keperluan rumah.”

Cara tersebut tidak serta merta dapat menghilangkan amarah pada anak, namun ibu harus terus memastikan agar ia melakukan apa yang ibu minta, sehingga pada saat yang bersamaan ia tahu bahwa ibunya merasakan apa yang ia rasakan. Perasaan-perasaan ini merupakan hal normal sehingga membuat ia mau menerimanya tanpa marah terlebih dahulu.

Lain halnya ketika ibu memintanya berhenti bermain dan anak menunjukkan ekspresi tidak senang, lantas ibu bersikap kasar atau memukulnya.

Tindakan tersebut dapat berakibat buruk bagi perkembangan anak.

Saat itu perasaan sedihnya akan semakin runyam dan meningkat. Ketika keadaan seperti itu terus berulang, maka besar kemungkinan anak akan menjadi sangat pendiam dan timbul rasa bersalah tanpa sebab. Bahkan, ketika dewasa ia tumbuh menjadi pribadi yang mempunyai rasa kurang percaya diri. []

Sumber: Muslimah.or.id



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan