Breaking News
Foto: VOA ISLAM

Masih Zaman Baper?

Pergaulan anak muda kian kemari kian aneh, banyak beberapa istilah yang sering digunakan oleh para kawula muda dalam mengungkapkan perasaannya, contohnya “Baper”.

Foto: VOA ISLAM

Baper atau bawa perasaan adalah istilah yang mengemuka beberapa waktu belakangan. Entah siapa yang membuatnya pertama kali, yang jelas istilah ini cocok disematkan pada orang-orang yang perasa, atau mudah terbawa perasaanya saat menghadapi sesuatu.

Baper untuk konteks peristiwa yang dapat menggugah kepedulian, tentu sangat positif. Namun tidak demikian halnya jika baper terjadi untuk hal-hal sepele. .

Seringkali kita harus sangat berhati-hati agar orang tersebut tidak marah, tersinggung, sedih dan sebagainya. Bagi kita para muslimah, persoalan baper seringkali berawal dari hal sepele yang kemudian meledak menjadi hal besar.

Jika hal ini membuat situasi kondisi kita menjadi kontraproduktif, pastilah kita perlu mengetahui cara mengatasi atau mensiasatinya. Berikut beberapa tips untuk mengatasi baper:

1. Bersikaplah Santai

Gak semua hal perlu disikapi dengan serius. Barangkali teman kita memang hanya bercanda dan tidak bermaksud melukai. Jadi, santai saja selama memang tidak melanggar batas.

Sebagai muslim, kita diajak Rasulullah Saw. untuk bersikap lapang dada terhadap saudara seiman. Namun, jika memang sikap teman kita dirasa sudah kelewat batas, boleh saja kita baper, tentu dengan cara yang tepat. Apakah kita harus marah-marah kepadanya? Atau, mendiamkanya? Ingat, pikiran konsekuensi dari setiap respon yang kita berikan.

2. Berpikir dengan Logis

Baper adalah pekerjaan emosi yang seringkali mencuat pertama kali dalam menerima stimulus dari luar. Maka ijinkanlah logika mengambil alih setiap stimulasi yang hadir.

Diam sejenak adalah salah satu cara mengijinkan logika bekerja. Karena emosi sifatnya spontan dan cenderung liar jika dibiarkan, akan sangat baik sekali apabila kita mengambil jeda, agar spontanitasnya lebih terkendali.

3. Tarik Nafas Panjang, Duduk dan Berdzikirlah

Berhenti dan diam sejenak dapat membantu kita mengatasi perasaan yang teraduk-aduk. Tariklah nafas panjang beberapa kali, hembuskan perlahan-lahan, dan lafadzkan kalimat taawuds sepenuh hati. “A-udzubillaahi minasy syaithaanirrajim..”. jika belum berhasil juga, ubah posisi dari berdiri menjadi duduk, dari duduk menjadi berbaring.

Jika belum stabil juga, berwushulah. Dan jika belum berhasil juga, shalat sunnahlah 2 rakaat. insyaAlah tips ini akan membuat hati kita lebih tenang.

4. Menjauh Sejenak

Loading...

Jika berbagai cara belum juga berhasil menenangkan hati kita yang baperan ini. Beranjak menjauh sejenak dapat meredam perasaan yang bergejolak.

Dengan berjarak, kita dapat berpikir lebih jernih. Dengan berjarak, kita juga bisa menenangkan diri dari situasi yang kacau. Setelah tenang, kita dapat mendekat lagi pada sumber kebaperan dan bersikap lebih bijak.

5. Bertoleransilah, Karena Tak Ada yang Sempurna

Terkadang banyak hal yang tidak kita sukai, ternyata ada pada teman-teman kita. Kita tidak suka caranya berbicara yang ceplas-ceplos.

Kita tidak nyaman mendengarnya sering marah-marah. Kita tidak senang melihat kebiasaan buruknya yang menyulitkan diri sendiri dan bahkan orang lain.

Tetapi kemanapun kita melangkah, percayalah bahwa pasti ada sifat buruk orang lain yang tidak kita suka. Hubungan yang awet terjadi karena kita berlapang dada terhadap segala kekurangan, dan mentolelir hal-hal yang seharusnya memang dimaafkan. []

 

Sumber: mediamuslimah



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

Cara Memutihkan Gigi dengan Bahan Alami

Penggunaan siwak mungkin bukan baru kali ini saja. Siwak sudah digunakan sejak zaman dahulu. Fungsinya yang digunakan sebagai alat tradisional pembersih gigi ini ternyata juga memiliki manfaat lain yaitu sebagai pemutih gigi alami.

Tinggalkan Balasan