Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ajak Istri Jalan-jalan, Wow Ternyata Pahalanya Melebihi Iktikaf di Masjid Nabawi

0

Kehidupan berumah tangga itu tak harus melulu selalu di dalam rumah, sesekali pergilah keluar bersama pasangan Anda, mencari suasana baru, berdua saja, hanya Anda dan pasangan Anda. Selain dapat mempererat hubungan Anda dengan pasangan, ternyata mengajak istri jalan-jalan itu mempunyai pahala tersendiri untuk suami.

Masya Allah, mungkin ada yang baru tahu, Ternyata Pahala menemani istri jalan-jalan bisa lebih baik dari pahala iktikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh. Apa benar?

Apa yang Anda dapatkan bila dengan ikhlas menemani seorang sahabat atau orang terdekat anda beli barang barang kebutuhan sehari hari? Tentu banyak yang berpikir kalau apa yang sudah kita kerjakan cuma berbalas pahala serta perkataan terima kasih saja.

Namun janganlah salah, keikhlasan kita tersebut ternyata diganjar pahala besar bahkan lebih besar dari yang kita pikirkan.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ ؟ وَأَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعَهُمْ لِلنَّاسِ ، وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٍ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً ، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دِينًا ، أَوْ تُطْرَدُ عَنْهُ جُوعًا ، وَلِأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ لِي فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ ، يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ ، شَهْرًا

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya ada seorang sahabat mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala? Dan apakah amalan yang paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling memberi manfaat kepada sesama manusia. Adapun amalan yang paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah engkau menggembirakan hati seorang muslim, atau engkau menghilangkan sebuah kesulitan hidupnya, atau engkau melunaskan hutangnya, atau engkau hilangkan kelaparannya. Sungguh aku berjalan untuk memenuhi kebutuhan seorang saudara muslim lebih aku senangi daripada aku beri’tikaf di masjid Madinah ini (masjid Nabawi) selama satu bulan penuh.” (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Qadha-u Hawaij no. 36, Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath no. 6204, Al-Mu’jam Ash-Shaghir no. 862, dan Al-Mu’jam Al-Kabir no. 13472. Dinyatakan hasan li-ghairih dalam tahqiq Al-Mu’jam Al-Kabir dan Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 2623. Dinyatakan shahih li-ghairih oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 906)

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Ustaimin rahimahullah berkata;

” Menunaikan keperluan kaum muslimin lebih utama dari pada iktikaf, lantaran faedahnya lebih menyebar, manfaat ini lebih baik daripada manfaat yang terbatas (untuk sendiri). Kecuali manfaat terbatas tersebut adalah perkara yang penting serta harus dalam Islam (misalnya shalat wajib). ”

Pikirkan, ganjaran melebihi pahala beriktikaf di Masjid Nabawi satu bulan penuh. Begitu mulianya kita bila ikhlas walaupun cuma menemani orang lain berjalan-jalan.

Jadi apalagi ikhlas itu dilakukan pada istri Anda sebagai orang yang paling berhak Anda bahagiakan didunia ini.

Rasullulah SAW bersabda;

“Orang yang imannya paling prima di antara kaum mukminin yaitu orang yang paling bagus akhlaknya diantara mereka, serta sebaik-baik kalian yaitu yang paling baik akhlaknya pada istri-istrinya,” (HR At-Thirmidzi).

Jadi duhulukanlah istrimu daripada rekan-rekan mu. Cermati hasrat serta temani istri dan anak-anak mu. Lantaran mereka yaitu paling memiliki hak memperoleh kebaikan dari dirimu (suami).

Sebatas pergi temani istri serta anak-anak berbelanja, jalan jalan dengan rasa bahagia serta ikhlas dikerjakan, ganjarannya pahala yang menanti dapat melebihi dari iktikaf di Masjid Nabawi satu bulan penuh. Wallahu a’lam. []

Sumber: TausiahPedia



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline